Harga Emas Antam (ANTM) Turun Meski Risiko Timur Tengah Memanas, Mengapa?
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Kamis (16/7/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,633 juta atau turun Rp 2.000 dari Rabu (15/7/2026) Rp 2,635 juta per gram setelah data inflasi tingkat produsen Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan yang tidak terduga pada Juni.
Meski demikian, kenaikan harga minyak akibat memanasnya ketegangan di Timur Tengah masih mempertahankan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan prospek suku bunga tinggi.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,382 juta atau turun Rp 2.000 dari sebelumnya Rp 2,382 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang memangkas sebagian kerugian pada perdagangan Rabu (15/6/2026). Harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 4.047,27 per troy ons setelah sebelumnya sempat melemah hampir 1% pada awal sesi. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat turun 0,4% menjadi US$ 4.053,70 per troy ons.
Baca Juga
Harga Emas Turun, OJK Optimistis Prospek Industri Gadai Nasional Tetap Menjanjikan
Sentimen positif tersebut muncul setelah Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI), indikator yang mengukur perubahan harga di tingkat produsen, turun 0,3% pada Juni. Penurunan itu berbalik dari kenaikan 0,6% pada Mei yang telah direvisi lebih rendah.
Hasil tersebut juga lebih lemah dibandingkan ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters, yang sebelumnya memperkirakan PPI tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya. Data tersebut melengkapi laporan inflasi konsumen Amerika Serikat yang sehari sebelumnya juga menunjukkan perlambatan lebih besar dari perkiraan. Kombinasi kedua data itu memperkuat keyakinan pasar bahwa tekanan inflasi mulai mereda.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pertemuan Juli turun menjadi sekitar 10,2%, dibandingkan 16,6% sebelum data PPI diumumkan.
Di sisi lain, sentimen positif dari data inflasi belum mampu mengangkat harga emas lebih tinggi karena pasar juga menghadapi meningkatnya risiko geopolitik. Amerika Serikat menyatakan telah memulai gelombang serangan baru terhadap Iran setelah kembali memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sebagai respons, Iran mengancam akan menghentikan lebih banyak ekspor energi dari kawasan tersebut.
Situasi tersebut mendorong harga minyak kembali naik pada perdagangan Rabu dan meningkatkan kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi akan kembali memicu inflasi global.
Baca Juga
Harga Emas Melonjak 1,6% Seusai Inflasi AS Melambat
Kenaikan harga minyak dinilai dapat memperpanjang tekanan inflasi sehingga bank sentral berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,366 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,633 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,206 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,784 juta
- Emas 5 gram: Rp 12,940 juta
- Emas 10 gram: Rp 25,825 juta
- Emas 25 gram: Rp 64,437 juta
- Emas 50 gram: Rp 128,795 juta
- Emas 100 gram: Rp 257,512 juta
- Emas 250 gram: Rp 643,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,286,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,573,600 miliar.
