Harga Emas Antam (ANTM) Turun Rp 20.000, Konflik Timur Tengah Bikin Pasar Cemas
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Senin (11/5/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,819 juta atau turun Rp 20.000 dari Sabtu (9/5/2026) Rp 2,839 juta per gram setelah Presiden Amerika (AS) Serikat Donald Trump menolak proposal perdamaian terbaru Iran untuk mengakhiri konflik 10 pekan di kawasan Selat Hormuz.
Penolakan tersebut memperpanjang ketidakpastian geopolitik dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global, yang pada akhirnya menekan daya tarik logam mulia.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,626 juta atau turun Rp 18.000 dari sebelumnya Rp 2,644 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang kembali melemah pada awal perdagangan Asia, Senin (11/5/2026). Harga emas spot turun ke sekitar US$ 4.690 per ons pada awal sesi perdagangan Asia.
Baca Juga
Harga Emas Cetak Kenaikan 3 Hari Beruntun, Pasar Tunggu Sinyal The Fed
Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemerintah Iran saling menolak proposal perdamaian yang diajukan untuk mengakhiri perang berkepanjangan di kawasan tersebut. Trump menilai respons Iran atas proposal penghentian konflik sebagai "sama sekali tidak dapat diterima."
Di sisi lain, pejabat Iran menegaskan Amerika Serikat harus membayar kompensasi atas kerusakan perang yang terjadi. Teheran juga menyatakan akan menolak skema perdamaian apa pun yang dianggap memaksa negara itu tunduk pada tuntutan berlebihan dari Washington.
Ketegangan ini memperbesar kekhawatiran pasar terhadap gangguan distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi titik utama perdagangan minyak dunia.
Meski emas selama ini dikenal sebagai aset safe haven atau instrumen lindung nilai saat ketidakpastian meningkat, kondisi pasar kali ini menunjukkan dinamika berbeda.
Ketika suku bunga tinggi, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen berbunga, seperti obligasi Pemerintah Amerika Serikat yang menawarkan return lebih menarik. Situasi ini membuat fungsi lindung nilai emas terhadap gejolak geopolitik menjadi kurang dominan dibanding tekanan dari prospek kebijakan moneter ketat.
Tekanan terhadap harga emas juga datang dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan performa lebih baik dari perkiraan pasar. Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat pada Jumat (8/5/2026) melaporkan ekonomi Negeri Paman Sam menambah 115.000 lapangan kerja baru pada April.
Angka tersebut memang lebih rendah dibanding tambahan 185.000 pekerjaan pada Maret, yang sebelumnya direvisi naik dari 178.000, tetapi tetap jauh di atas ekspektasi analis sebesar 62.000. Sementara itu, tingkat pengangguran tercatat stabil di level 4,3%, sejalan dengan konsensus pasar.
Baca Juga
Emas Antam (ANTM) Terkoreksi ke Rp 2,839 Juta di Tengah Optimisme Geopolitik Global
Data ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup solid meski terdapat tanda-tanda perlambatan ekonomi. Bagi investor, kondisi tersebut membuka ruang bagi Federal Reserve untuk menunda pemangkasan suku bunga acuan.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,459 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,819 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,578 juta
- Emas 3 gram: Rp 8,342 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,870 juta
- Emas 10 gram: Rp 27,685 juta
- Emas 25 gram: Rp 69,087 juta
- Emas 50 gram: Rp 138,095 juta
- Emas 100 gram: Rp 276,112 juta
- Emas 250 gram: Rp 690,015 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,379,015 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,759,600 miliar.

