Harga Antam (ANTM) Terkoreksi Saat Emas Dunia Bersinar di Tengah Konflik AS-Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (3/3/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 3,122 juta atau turun Rp 13.000 dari Senin (2/2/2026) Rp 3,135 juta per gram di tengah kekhawatiran konflik berkepanjangan di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,901 juta atau turun Rp 13.000 dari sebelumnya Rp 2,914 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang menguat pada Senin (3/3/2026). Harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 5.297,31 per ons pada pukul 18.31 GMT, setelah sempat terkikis aksi ambil untung seusai melonjak lebih 2% di awal sesi. Sepanjang tahun berjalan, emas telah mencatat rekor tertinggi di US$ 5.594,82 pada 29 Januari.
Baca Juga
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 1,2% ke level US$ 5.311,60 per ons. Penguatan terjadi meskipun indeks dolar AS naik 1%, yang secara teori membuat emas batangan berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Perang Amerika Serikat–Israel terhadap Iran dilaporkan meluas tanpa tanda mereda. Israel menyerang Lebanon sebagai respons atas serangan Hizbullah, sementara Teheran terus melancarkan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gelombang besar serangan lanjutan akan segera terjadi, tanpa merinci waktu dan targetnya.
Ketegangan tersebut mendorong lonjakan harga minyak dan gas. Aksi mogok memaksa penutupan sejumlah fasilitas energi di Timur Tengah serta mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global. Gangguan ini meningkatkan risiko inflasi energi dan memperkuat permintaan terhadap aset lindung nilai, seperti emas.
Di sisi lain, BNP Paribas memperkirakan permintaan investasi emas fisik menjadi pendorong utama pasar tahun ini, terutama di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan volatilitas pasar keuangan.
Secara historis, emas dipandang sebagai aset aman saat ketidakpastian meningkat. Tahun ini, harga logam mulia tersebut telah naik hampir 23%. Kenaikan tersebut melanjutkan lonjakan 64% sepanjang 2025, yang didorong pembelian kuat bank sentral, arus masuk signifikan ke dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF), serta ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang lebih longgar.
Namun, di pasar fisik, arus emas batangan melalui pusat perdagangan Dubai diperkirakan terganggu dalam beberapa hari ke depan. Tiga sumber industri logam menyebut pembatalan penerbangan akibat aksi mogok akan menghambat distribusi emas ke dan dari kawasan tersebut.
Baca Juga
Dari sisi data ekonomi, pelaku pasar pekan ini memantau laporan ketenagakerjaan ADP, klaim pengangguran mingguan, serta data penggajian non-pertanian Amerika Serikat sebagai indikator arah suku bunga dan dolar.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,611 juta
- Emas 1 gram: Rp 3,122 juta
- Emas 2 gram: Rp 6,184 juta
- Emas 3 gram: Rp 9,251 juta
- Emas 5 gram: Rp 15,358 juta
- Emas 10 gram: Rp 30,715 juta
- Emas 25 gram: Rp 76,662 juta
- Emas 50 gram: Rp 153,245 juta
- Emas 100 gram: Rp 306,412 juta
- Emas 250 gram: Rp 765,765 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,531,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 3,062,600 miliar.

