Emas Bersinar di Tengah Konflik, Ketegangan Iran-Israel Bisa Dorong Harga Tembus US$ 3.500
CHICAGO, Investortrust.id - Harga emas naik pada Senin (23/6/2025) waktu AS karena ketegangan Iran-Israel yang meningkatkan permintaan aset safe haven. Pelaku pasar memantau dengan cermat perkembangan di kawasan tersebut. Harga emas dapat mencapai US$ 3.500 per oz dalam beberapa bulan ke depan.
Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi US$ 3.384,59 per ons dan harga emas berjangka AS naik 0,4% menjadi US$ 3.400,70.
“Harga naik karena ketidakpastian politik menyusul pengeboman Iran oleh AS,” kata analis CPM Group Jeffrey Christian dilansir CNBC.
Baca Juga
Emas Kehilangan Momentum Usai Keputusan The Fed, Harga Platinum Tembus Level Tertinggi 4 Tahun
Amerika Serikat pada akhir pekan melancarkan sejumlah serangan rudal terhadap situs nuklir Iran. Sementara Presiden AS Donald Trump secara terbuka mempertimbangkan untuk menggulingkan pemerintah Iran.
Axios, mengutip seorang pejabat Israel, melaporkan pada Senin bahwa Iran telah meluncurkan enam rudal ke pangkalan AS di Qatar. Adapun militer Israel mengebom penjara Evin di Teheran utara, simbol kuat sistem pemerintahan Iran.
Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan tempat berlindung aman di tengah ketidakpastian.
“Kami memperkirakan harga emas dan perak akan terus meningkat selama masalah politik dan ekonomi berlanjut. Kami tidak melihat masalah ini akan berakhir dalam waktu dekat. Harga emas dapat mencapai US$ 3.500 per oz dalam beberapa bulan ke depan,” tambah Christian.
Emas mencapai titik tertingginya pada 22 April di US$ 3.500,05. Emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung tumbuh pesat ketika suku bunga rendah.
Baca Juga
Dampak Pemboman AS ke Iran Bikin Harga Minyak Melambung dan Emas Diborong
Sementara investor juga menunggu data Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS yang akan dirilis akhir minggu ini.
Pada minggu lalu, Federal Reserve (The Fed) membiarkan suku bunga kebijakan AS dalam kisaran 4,25%-4,50%. Sementara para pembuat kebijakan mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga akhir tahun ini.
Sedangkan harga perak di pasar spot naik 0,7% menjadi US$ 36,22 per ons dan platinum naik 1,5% menjadi US$ 1.284,08. Paladium naik 2,5% menjadi US$ 1.070,47, mencapai level tertinggi sejak 11 Juni.

