Dukung Sumur Baru, Pertamina Hulu Rokan Naikkan Kapasitas Gardu Libo Jadi 24,5 MVA
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), perusahaan hulu migas yang mengelola Wilayah Kerja (WK) Rokan, meningkatkan kapasitas gardu induk di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau, dari 10,5 megavolt ampere (MVA) menjadi 24,5 MVA. Penambahan kapasitas sebesar 14 MVA melalui proyek Libo Substation Upgrade ini menjadi fondasi penting untuk mendukung pengembangan sumur-sumur baru sekaligus menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.
Peningkatan kapasitas kelistrikan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi di area Libo Southeast yang menjadi salah satu fokus pengembangan sumur produksi dan sumur injeksi.
Baca Juga
PHR Catat Temuan Baru di Blok Rokan, Produksi Minyak Tembus 903 BOPD
General Manager Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan Andre Wijanarko mengatakan keandalan infrastruktur merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan produksi migas. "Melalui Libo Substation Upgrade, PHR memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengoperasian sumur-sumur baru dan mengoptimalkan produksi migas bagi kebutuhan energi nasional," ujar dia dikutip Selasa (14/7/2026).
Keandalan sistem kelistrikan menjadi faktor penting dalam operasi hulu migas. Berbagai peralatan produksi, seperti electrical submersible pump (ESP), yaitu pompa listrik bawah permukaan untuk mengangkat minyak, serta water injection pump (WIP), pompa untuk menginjeksikan air ke reservoir guna menjaga tekanan, membutuhkan pasokan listrik yang stabil agar produksi berjalan optimal.
PHR menyelesaikan proyek tersebut bersama PT Indokomas Buana Perkasa sebagai kontraktor engineering, procurement, and construction (EPC). Proyek rampung pada Maret 2026 atau 2 bulan lebih cepat dibandingkan target dalam work program & budget (WP&B) 2025 yang dijadwalkan selesai pada Mei 2026.
Andre mengatakan percepatan penyelesaian proyek tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasi sekaligus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional. "Sistem yang tuntas mendahului target ini adalah upaya PHR menjaga keandalan operasi untuk ketahanan energi. Sekaligus juga sebagai pondasi yang kokoh bagi masa depan migas nasional," kata Andre.
Dari sisi teknis, proyek tersebut mencakup pemasangan transformator daya berkapasitas 14 MVA, voltage regulator berkapasitas 1,4 MVA untuk menjaga kestabilan tegangan listrik, sistem proteksi dan pengukuran baru, pembangunan gedung kontrol kelistrikan, serta penarikan jaringan kabel distribusi sepanjang sekitar 2,5 kilometer.
Seluruh fasilitas telah melewati proses pengujian dan commissioning atau uji kelayakan operasional sebelum dioperasikan secara penuh guna memastikan sistem bekerja secara aman dan andal.
Baca Juga
PHR Genjot Produksi Migas dari Sumur Baru di Siak, Uji Coba Awal Hasilkan 1.274 Bph
Dukung target produksi migas
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Sebastian Julius mengapresiasi penyelesaian proyek peningkatan gardu induk tersebut. Menurutnya, infrastruktur kelistrikan yang andal menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran operasi dan mendukung pencapaian target produksi migas di Wilayah Kerja Rokan.
"Infrastruktur ini sangat berguna untuk mendukung produksi di Zona Rokan. Terus semangat one goal, untuk operasi yang andal, selamat dan efisien untuk keandalan produksi," ujarnya.
