Sempat Disebut Siap 80%, 'Giant Sea Wall' Belum Pasti Dibangun 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah belum dapat memastikan proyek Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa mulai dibangun pada 2027, meski sebelumnya proses perencanaan untuk sejumlah wilayah prioritas disebut telah mencapai sekitar 80%.
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit H Ashaf menyatakan, proyek GSW saat ini masih berada pada tahap penyusunan rencana induk. Pemerintah masih memetakan wilayah yang akan menjadi prioritas pembangunan.
Baca Juga
BOPPJ Masukkan Pekalongan dalam Prioritas Proyek Giant Sea Wall untuk Atasi Rob
"Masih dalam perencanaan untuk dimasukkan ke dalam rencana induk. Meskipun dalam administrasinya sendiri sudah," kata Didit seusai peluncuran buku Kenaikan Air Muka Laut: Memahami Dampak Sosial Ekonomi untuk Perencanaan Pembangunan yang Adaptif di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Menurut Didit, pemerintah masih melakukan kajian lapangan untuk menentukan titik-titik intervensi pembangunan. "Kita harus lihat di lapangan dan titik-titik mulai intervensi nanti yang di daerah Kendal, Semarang, Demak, dan Teluk Jakarta, kira-kira seperti itu," ujarnya.
Saat ditanya mengenai target dimulainya pembangunan, Didit mengatakan pemerintah belum menetapkan jadwal pasti. Ia menyebut kemungkinan pembangunan dimulai tahun depan, tetapi seluruh aspek proyek masih dalam tahap perencanaan, termasuk skema pembiayaan.
"(Target mulai pembangunan?) Belum, nanti tahun depan. (Pembiayaan proyek gimana?) Belum, masih direncanakan semua. Jadi semua dalam perencanaan. Enggak mungkin saya tahu berapa meternya. Ini kira-kira direncanakan semuanya," terang Didit.
Didit juga belum dapat memastikan apakah pembangunan Giant Sea Wall dapat dimulai pada 2027 di pesisir utara Jawa Tengah, meski pada Mei 2026 pemerintah menyatakan perencanaan detail untuk sejumlah wilayah telah mencapai sekitar 80%. "Tempatnya nanti kita kasih tahu tempatnya. Tapi belum, masih dimitigasi semua," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala BOPPJ memastikan, wilayah Pekalongan akan masuk dalam prioritas pembangunan Giant Sea Wall untuk mitigasi banjir rob di Pantura. Saat itu, ia menyebut perencanaan detail untuk wilayah Kendal, Semarang, hingga Demak telah mencapai hampir 80%, sedangkan Pekalongan masih dalam tahap mitigasi dan investigasi kondisi perairan serta pesisir.
Baca Juga
Giant Sea Wall RI Makin Nyata, Menko AHY Cari Partner dari Luar Negeri
Menurut Didit, pembangunan Giant Sea Wall dirancang menggunakan skema 15 segmen sehingga pelaksanaannya tidak harus dilakukan secara menyambung dari barat ke timur, melainkan disesuaikan dengan tingkat prioritas di masing-masing wilayah.
Secara keseluruhan, proyek Giant Sea Wall direncanakan membentang sepanjang 575 kilometer dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur. Pemerintah menyebut proyek tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko banjir rob, menangani penurunan muka tanah, serta mendukung penyediaan air baku di kawasan pesisir Pantura.
