Pantura Jawa Diproyeksi Hilang di 2050 jika Giant Sea Wall Tak Dibangun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, wilayah pantai utara (pantura) Jawa berpotensi tenggelam hingga 2050 jika tidak dilakukan intervensi, termasuk pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GSW).
“Bisa dilihat proyeksi penggenangan air laut hingga 2050 jika tanpa intervensi, ini bisa buruk sekali. Kesimpulannya sama bahwa ini harus dilakukan intervensi yang tepat sasaran,” katanya dalam Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Gedung Mina Bahari III Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Baca Juga
Muka Tanah Pekalongan Turun hingga 80 Cm per Tahun, Bagaimana Jakarta?
AHY juga menyampaikan, penurunan muka tanah (landsubsidence) terjadi di berbagai wilayah dengan laju 1 hingga 20 sentimeter (cm) per tahun. AHY menyebut penurunan muka tanah Jakarta dan Semarang menjadi yang paling buruk.
“Paling buruk terjadi di Jakarta dan juga di Semarang. Tapi di daerah-daerah lainnya juga terus terjadi landsubsidence, penurunan permukaan tanah,” ujarnya.
Di saat yang sama, lanjut AHY, kenaikan muka air laut akibat pemanasan global mencapai 0,8 hingga 1,2 sentimeter per tahun. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tekanan ganda yang meningkatkan risiko banjir rob di kawasan pesisir.
“Rising sea level ini juga mengkhawatirkan akibat pemanasan global 0,8 sampai 1,2 cm per tahun. Ini juga mengakibatkan terus mengintainya banjir rob yang bisa menghancurkan properti, merusak rumah-rumah warga,” papar AHY.
Baca Juga
AHY Pastikan Nelayan Terdampak 'Giant Sea Wall' Akan Direlokasi Layak
Alhasil, kata Menko IPK, tanpa intervensi yang tepat, seperti pembangunan giant sea wall, proyeksi penggenangan air laut pada 2050 dapat berdampak luas dan berpotensi memicu bencana yang lebih besar.
Berdasarkan data Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, penurunan muka tanah di sejumlah wilayah Banten hingga Jawa Timur tercatat sebagai berikut:
• Tangerang: 20–50 cm (2–4 tahun)
• Jakarta: 5–15 cm (1–20 tahun)
• Bekasi: 30–50 cm (1–4 tahun)
• Indramayu: 10–100 cm (1–15 tahun)
• Cirebon: 50–60 cm (2–4 tahun)
• Pemalang: 30–100 cm (1–20 tahun)
• Pekalongan: 80–100 cm (1–20 tahun)
• Semarang: 83 cm (1–20 tahun)
• Demak: 30–200 cm (1–20 tahun)
• Rembang: 50–100 cm (2–5 tahun)
• Tuban: 130–150 cm (2–5 tahun)
• Gresik: 15–60 cm (2–5 tahun)

