Harga Emas Antam (ANTM) Turun Rp 20.000, Pasar Dibayangi Konflik AS-Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Senin (13/7/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,635 juta atau turun Rp 20.000 dari Sabtu (12/7/2026) Rp 2,655 juta per gram setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mendorong lonjakan harga minyak serta memicu kembali kekhawatiran inflasi.
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga Amerika Serikat akan bertahan tinggi lebih lama, sehingga menekan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,395 juta atau turun Rp 20.000 dari sebelumnya Rp 2,415 juta.
Baca Juga
Harga Emas 'Reboun'd, Konflik Timur Tengah Jadi Sorotan Pasar
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang melemah lebih dari 1% pada perdagangan awal Asia, Senin (13/7/2026). Harga emas spot turun 1,2% menjadi US$ 4.072,78 per ons pada pukul 00.50 GMT. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus melemah 0,8% ke US$ 4.081,70 per ons.
Tekanan terhadap emas muncul setelah konflik di Timur Tengah kembali meningkat. Pasukan Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan rudal serta drone pada akhir pekan. Teheran juga mengumumkan kembali penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Kondisi tersebut langsung memicu lonjakan harga minyak sekitar 4%, mendorong penguatan dolar Amerika Serikat, sekaligus menekan pasar saham di kawasan Asia.
Kenaikan harga minyak diperkirakan akan meningkatkan tekanan inflasi global. Prospek tersebut membuat pelaku pasar kembali memperkirakan Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk meredam kenaikan harga.
Pasar Menanti Sinyal The Fed
Perhatian investor kini tertuju pada kesaksian semesteran pertama Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di hadapan Kongres Amerika Serikat pekan ini. Selain itu, pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting, termasuk indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI), indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI), serta data penjualan ritel Amerika Serikat periode Juni.
Serangkaian indikator tersebut akan menjadi petunjuk baru mengenai arah inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral.
Dalam laporan kebijakan moneter kepada Kongres yang dirilis Jumat lalu, Federal Reserve menyebut tekanan inflasi kembali meningkat selama musim semi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dampak tarif impor, kenaikan biaya energi akibat perang, serta percepatan investasi kecerdasan buatan yang mendorong kenaikan harga di berbagai sektor.
Ekspektasi suku bunga tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan imbal hasil aset berbunga seperti obligasi pemerintah dan memperkuat dolar AS.
Di sisi lain, data perdagangan menunjukkan spekulan di bursa COMEX mengurangi posisi beli bersih sebanyak 1.964 kontrak menjadi 114.854 kontrak pada pekan yang berakhir 7 Juli.
Di pasar fisik, harga emas diperdagangkan dengan diskon cukup besar di India akibat tingginya volatilitas harga sehingga permintaan masyarakat melemah.
Baca Juga
Harga Emas 'Reboun'd, Konflik Timur Tengah Jadi Sorotan Pasar
Sebaliknya, permintaan di China tetap bertahan. Bank sentral China bahkan melaporkan peningkatan cadangan emas bulanan terbesar dalam lebih dari dua setengah tahun sepanjang Juni, mencerminkan masih kuatnya minat otoritas negara tersebut terhadap aset safe haven.
Sementara itu, sentimen tambahan datang dari Afrika Barat setelah Burkina Faso memberikan izin penambangan industri kepada perusahaan tambang milik negara SOPAMIB untuk mengembangkan proyek emas Bouboulou.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,367 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,635 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,210 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,790 juta
- Emas 5 gram: Rp 12,950 juta
- Emas 10 gram: Rp 25,845 juta
- Emas 25 gram: Rp 64,487 juta
- Emas 50 gram: Rp 128,895 juta
- Emas 100 gram: Rp 257,712 juta
- Emas 250 gram: Rp 644,015 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,287,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,575,500 miliar.
