Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi, Penumpang Bisa Dapat hingga 64 Kilogram
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mulai menerapkan skema bagasi tercatat berbasis jumlah koli atau piece concept untuk tiket yang diterbitkan mulai Senin (1/9/2026). Kebijakan baru ini menggantikan sistem berbasis total berat atau weight concept dengan tujuan memberikan kepastian jumlah bagasi, meningkatkan alokasi sesuai kelas penerbangan dan rute, serta menyelaraskan layanan maskapai dengan standar industri penerbangan global.
Dalam skema baru, penumpang berpeluang memperoleh alokasi bagasi hingga 64 kilogram (kg).
Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills mengatakan implementasi piece concept merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
"Piece concept merupakan bagian transformasi Garuda Indonesia dalam memodernisasi layanan sekaligus memberikan kepastian lebih baik bagi penumpang. Dengan ketentuan jumlah koli dan berat maksimum yang semakin jelas, pengguna jasa dapat mempersiapkan barang bawaannya dengan lebih mudah, sejak tahap perencanaan perjalanan hingga keberangkatan," jelas Neil dikutip Minggu (12/7/2026).
Ketentuan tersebut hanya berlaku bagi tiket yang diterbitkan pada atau setelah Senin (1/9/2026) untuk perjalanan yang dilakukan pada atau setelah tanggal tersebut. Penumpang yang membeli tiket sebelum tanggal tersebut tetap menggunakan ketentuan bagasi sebagaimana tercantum pada tiket, meski jadwal keberangkatan berlangsung setelah implementasi kebijakan baru.
Baca Juga
Garuda (GIAA) Diprediksi Pulih Mulai 2026, Direkomendasikan Beli dengan Target Harga Saham Ini
Perubahan tersebut menjadi bagian transformasi layanan yang dijalankan PT Garuda Indonesia, maskapai penerbangan nasional Indonesia, guna menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih modern, transparan, dan mudah dipahami pelanggan.
Dalam skema baru, bagasi tercatat tidak lagi dihitung berdasarkan total berat seluruh barang bawaan, melainkan berdasarkan jumlah koli dengan batas berat maksimum untuk setiap koper atau tas. Melalui sistem tersebut, penumpang berpeluang memperoleh alokasi bagasi hingga dua koli dengan berat maksimum masing-masing 32 kilogram atau total mencapai 64 kilogram, bergantung pada rute penerbangan, kelas layanan, dan kategori tiket.
Untuk penerbangan domestik, penumpang kelas economy memperoleh jatah satu koli dengan berat maksimum 23 kilogram. Sementara penumpang business class dan first class masing-masing mendapatkan dua koli dengan berat maksimum 32 kilogram per koli atau total 64 kilogram.
Pada rute internasional, penumpang economy memperoleh dua koli dengan berat maksimum masing-masing 23 kilogram atau total 46 kilogram. Adapun penumpang business class dan first class mendapatkan dua koli dengan berat maksimum masing-masing 32 kilogram atau total mencapai 64 kilogram. Dibandingkan sistem weight concept yang selama ini digunakan, skema baru tersebut meningkatkan kapasitas bagasi di hampir seluruh kelas penerbangan.
Untuk penerbangan domestik, jatah bagasi economy naik dari 20 kilogram menjadi 23 kilogram. Business meningkat dari 30 kilogram menjadi 64 kilogram, sedangkan first class bertambah dari 40 kilogram menjadi 64 kilogram.
Sementara pada penerbangan internasional, jatah bagasi economy meningkat dari 30 kilogram menjadi 46 kilogram. Business bertambah dari 40 kilogram menjadi 64 kilogram dan first class naik dari 50 kilogram menjadi 64 kilogram. Melalui perubahan tersebut, pelanggan dapat memperoleh tambahan kapasitas bagasi hingga 34 kilogram dibandingkan ketentuan sebelumnya, dengan syarat tetap mengikuti batas jumlah koli dan berat maksimum setiap bagasi.
Selaras dengan standar global
Neil mengatakan piece concept telah menjadi standar yang digunakan secara luas di industri penerbangan internasional. Untuk itu, penerapannya di Garuda Indonesia diharapkan dapat meningkatkan konsistensi layanan sekaligus mempermudah proses penanganan bagasi.
"Skema piece concept telah digunakan secara luas dalam industri penerbangan global. Implementasinya di Garuda Indonesia diharapkan dapat memperkuat standardisasi layanan, mendukung kelancaran penanganan bagasi, serta memberikan kepastian yang lebih baik bagi pengguna jasa, termasuk ketika melanjutkan perjalanan pada jaringan penerbangan internasional," lanjut Neil.
Baca Juga
Garuda Indonesia (GIAA) kembali Rombak Direksi dan Komisaris, Percepat Transformasi Bisnis
Garuda Indonesia juga mengimbau penumpang merencanakan barang bawaan dengan memperhatikan jumlah koli dan batas berat pada setiap koper agar seluruh alokasi bagasi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Maskapai menyatakan implementasi piece concept akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan masukan masyarakat guna mendukung kenyamanan perjalanan. Selain itu, pelanggan diminta mempelajari ketentuan piece concept, termasuk alokasi bagasi berdasarkan rute, kelas penerbangan, dan kategori tiket, melalui laman resmi Garuda Indonesia.
Penumpang juga dapat memastikan alokasi bagasi yang berlaku dengan memperhatikan tanggal penerbitan tiket (date of issue) dan tanggal perjalanan (date of travel) melalui kanal informasi resmi Garuda Indonesia, contact center, maupun akun media sosial perusahaan.
