ION Percepat Digitalisasi UMKM, AI Jadi Bagian dari Ekosistem Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Implementasi Indonesia Open Network (ION) mulai memasuki tahap nyata implementasi menjadi salah satu hasil kerja sama strategis antara Indonesia dan India. Ekosistem digital terbuka tersebut (public digital infrastructure) diharapkan mampu memperluas akses pasar, pembiayaan, dan teknologi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman dan Ketua Asosiasi Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) saat ini dijabat oleh Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan, ION dirancang sebagai bentuk kerja sama yang mendukung pengembangan UMKM sekaligus memperkuat kolaborasi kedua negara di bidang ekonomi digital dan pendidikan. “Ini merupakan sebuah bentuk kerja sama yang mendukung UMKM dan pendidikan, sekaligus menjadi bagian dari kerja sama antara kedua negara,” ujar Maman di Komplek Istana Kepresidenan, Selasa (7/7/2026).
Terdapat 16 kesepakatan RI-India yang diteken di hadapan Presiden Prabowo dan PM Modi pada kesempatan itu. ION ada di nota kesekapatan ketujuh, yakni kerja sama di bidang telekomunikasi, teknologi, dan layanan digital. “ION tidak lagi disebutkan eksplisit karena sudah di level implementasi, bukan lagi kesepakatan,” kata Maman.
Menteri UMKM selanjutnya menyatakan, implementasi ION sebenarnya telah berjalan dan merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai para pemimpin Indonesia dan India. Menurutnya, berbagai hasil pembicaraan tingkat kepala negara kini mulai diwujudkan dalam bentuk program yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.
“Implementasinya sudah berjalan. Ini merupakan hasil pembicaraan para kepala negara, dan sekarang tinggal bagaimana pelaku UMKM bisa memperoleh manfaatnya,” kata Shinta Kamdani.
Baca Juga
Menteri UMKM: Indonesia Open Network Masuki Tahap Teknis Formulasi Penerapan Sistem
Shita menambahkan, pelaku UMKM menyambut positif hadirnya ekosistem digital baru tersebut karena diharapkan mampu membuka peluang usaha yang lebih luas melalui jaringan digital yang lebih terbuka dan terintegrasi.
Selama ini, salah satu tantangan utama yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan akses terhadap pembiayaan, pasar, dan layanan digital. Melalui ION, berbagai kebutuhan tersebut diharapkan dapat diintegrasikan dalam satu ekosistem sehingga pelaku usaha lebih mudah mengakses layanan keuangan, logistik, pembayaran digital, hingga pemasaran. “Semua itu akan menjadi satu ekosistem,” ujar Shinta.
Selain mendukung digitalisasi UMKM, pengembangan ION juga diarahkan agar mampu mengintegrasikan teknologi terbaru, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurut salah satu pembicara, AI bukan lagi sekadar teknologi pelengkap, melainkan akan menjadi bagian penting dari ekosistem digital yang tengah dibangun Indonesia.
“AI bukan sekadar tren, tetapi menjadi bagian dari ekosistem yang akan dikembangkan ke depan,” kata Shinta.
Kerja sama Indonesia–India melalui ION diharapkan menjadi fondasi baru bagi transformasi ekonomi digital nasional. Dengan menghubungkan pelaku usaha, penyedia jasa, lembaga keuangan, dan berbagai layanan digital dalam satu jaringan terbuka, ION diproyeksikan mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus mempercepat terciptanya ekonomi digital yang lebih inklusif.
