Wamenkomdigi: Kehadiran ION Buka Ekosistem Digital yang Lebih Adil bagi UMKM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengapresiasi kehadiran Indonesia Open Network (ION) 2026. Dengan tema kepulauan atau arsipelago digital (digital archipelago), ia menyebut ION sebagai fondasi baru perdagangan digital nasional.
Nezar menegaskan ION menandai pergeseran pendekatan pemerintah dari sekadar regulasi menuju aksi nyata di lapangan. “Hari ini bukan tentang wacana, tetapi tentang tindakan nyata membangun ekosistem digital yang benar-benar melayani pelaku usaha,” ujarnya di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Nezar mengungkapkan nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menembus US$ 130 miliar pada 2025. Namun di balik pertumbuhan tersebut, Nezar menyoroti kesenjangan besar yang masih dihadapi UMKM.
"Indonesia memiliki 64,2 juta UMKM yang menyumbang 61% PDB dan menyerap hampir 97% tenaga kerja nasional, tetapi belum seluruhnya terintegrasi dalam ekosistem digital," ungkap Wamenkomdigi.
Menurut Nezar, banyak pelaku UMKM masih terbebani komisi tinggi, keterbatasan data, dan ketergantungan pada platform tertutup. ION sendiri dirancang sebagai jaringan terbuka dan terdesentralisasi yang menghubungkan penjual, pembeli, dan penyedia logistik lintas platform.
Baca Juga
Apindo: Indonesia Open Network (ION) Jadi Pengungkit Baru Kinerja UMKM Nasional
“ION bukan super app, melainkan open network yang memungkinkan UMKM ditemukan di berbagai aplikasi tanpa terkunci pada satu platform,” ujar Nezar.
Selain itu, ION juga akan menjadi fondasi program Garuda Spark dari Kemenkomdigi untuk mencetak 2 juta technopreneur nasional. Program ini memungkinkan startup langsung membangun layanan di atas infrastruktur berskala nasional tanpa harus menciptakan ekosistem tertutup sendiri.
Menatap Visi Indonesia Emas 2045, Nezar menegaskan Indonesia harus bertransformasi menjadi pencipta dan pemilik ekonomi digital. “ION adalah bagian dari infrastruktur publik digital untuk mengurangi kesenjangan, memperkuat kedaulatan digital, dan memastikan pertumbuhan yang inklusif,” harapnya.

