Biaya Logistik Nasional Ditekan di 14,29%, Masih Kejar Target 8% dari PDB
JAKARTA, Investortrust.id - Kemenko Perekonomian dan Badan Pusat Statistik (BPS) telah melansir data biaya logistik nasionalyang didasarkan melalui perhitungan di tingkat nasional dengan basis data dari BPS. Dari data tersebut diketahui biaya logistik nasional telah mengalami penurunan menjadi 14,29% dari PDB, di bawah target sebelumnya di angka 15% dari PDB.
“Biaya logistik nasional kita sudah mencapai 14,29 persen dari PDB. Ini sudah cukup baik di bawah target kita yaitu 15 persen,” Sekretaris Kementerian Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso dalam acara Peningkatan Kinerja Logistik Melalui Utilisasi Pelayanan National Logistic Ecosystem (NLE) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2023).
“Targetnya, pada 2045 biaya logistik nasional berada di angka 8 persen,” imbuhnya.
Baca Juga
Pemerintah Kejar Penurunan Biaya Logistik Jadi 9% Tahun 2045
Disampaikan Susiwijono, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas logistik nasional, yang ditandai dengan keluarnya Perpres 24 tahun 2012 tentang Sistem Logistik Nasional (Sislognas), yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai reformasi logistik 1.0. Sementara Paket Kebijakan Ekonomi XV Tahun 2017 dianggap sebagai jupaya reformasi logistik 2.0, diikuti Inpres 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional terkait reformasi 3.0
“Kita ingat betul, waktu itu kita mendorong PKE XV Tahun 2017 dan berbagai paket kebijakan ekonomi yang terkait logistik. PKE XV waktu itu terkait pengembangan terkait daya saing logistik kita,” kata Susiwijono.
Baca Juga
Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Konsisten Perkuat Sistem Logistik Nasional
“Sejak awal kita menyiapkan NLE ini yang tujuannya untuk menghapus duplikasi dan silo-silo dan menggabungkan, serta mengintegrasikan melalui digitalisasi untuk mempermudah layanan terutama melalui sistem single submission,” ucap dia.
Susiwijono mengatakan, saat ini berbagi upaya pembenahan sistem logistik telah membuahkan hasil. Implementasi NLE di pelabuhan dan bandara nasional telah mencatatkan perbaikan dwelling time.
“Pada Agustus 2023 lalu (dwelling time) kita tercatat sudah mencapai 2,25 hari. Melampaui target kita yang 2,9 hari. Dan hanya sedikit di bawah Singapura di kawasan ASEAN," kata dia.
Selain biaya logistik nasional, Deputi V Bidang Perniagaan dan Industri Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon menyampaikan rencana percepatan rencana aksi logistik nasional. Hal ini disinggung saat rapat koordinasi Dewan Pengarah NLE.
“Rencana aksi yang ditargetkan pada 2024 akan ditarik penyelesaiannya pada 2023. Akan ada perluasan NLE yang tadinya 14 pelabuhan menjadi 32 pelabuhan dan 6 bandara,” kata Ali.
Ali mengatakan, dalam rangka percepatan dan perluasan tersebut, pemerintah juga menjalin kerja sama dengan Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (CR-7)

