ALVA Gelontorkan Rp 1 Triliun Bangun Ekosistem Motor Listrik
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Produsen motor listrik ALVA menginvestasikan lebih dari Rp 1 triliun dalam empat tahun terakhir untuk membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia. Investasi tersebut mencakup manufaktur, riset dan pengembangan, infrastruktur pengisian daya, hingga layanan purna jual.
Dana investasi itu digunakan untuk membangun fasilitas produksi di Cikarang. ALVA juga memperluas jaringan ALVA Experience Center (AEC) di 10 lokasi di Indonesia.
Chief Marketing Officer ALVA, Putu Swaditya Yudha mengatakan, adopsi kendaraan listrik membutuhkan dukungan ekosistem yang menyeluruh. Menurutnya, pengembangan motor listrik tidak hanya berhenti pada produk semata.
“Transisi menuju kendaraan listrik membutuhkan kesiapan ekosistem yang menyeluruh. Bagi ALVA, membangun motor listrik tidak berhenti pada produk, tetapi juga mencakup manufaktur, teknologi, charging, layanan purna jual, hingga model kepemilikan yang memberikan rasa aman bagi konsumen,” ujar Putu dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga
CEO ALVA: Konsumen Motor Listrik Tanah Air Kian Dewasa dan Berpikir Panjang
Dari sisi manufaktur, pabrik ALVA di Cikarang telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015. Fasilitas tersebut juga telah memperoleh sertifikasi INDI 4.0 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Untuk mendukung penggunaan harian, ALVA memperluas jaringan Boost Charge Station. Saat ini tersedia lebih dari 350 konektor pengisian daya di berbagai lokasi, naik lebih dari dua kali lipat dibanding akhir 2025.
Perusahaan juga memperkuat layanan purna jual melalui jaringan aftersales partner, layanan pelanggan, dan roadside assistance 24 jam. Selain itu, ALVA menawarkan garansi baterai hingga empat tahun dan skema langganan mulai Rp 125.000 per bulan.
Putu menilai kepercayaan konsumen menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Karena itu, perusahaan terus memperkuat aspek jarak tempuh, pengisian daya, dan layanan pascapenjualan.
“Keberhasilan adopsi motor listrik sangat bergantung pada rasa percaya konsumen. Karena itu, ALVA terus memperkuat titik-titik yang selama ini menjadi perhatian masyarakat, mulai dari jarak tempuh, charging, ketahanan baterai, layanan setelah pembelian, hingga kemudahan kepemilikan,” kata Putu.
Strategi tersebut mulai tercermin pada kinerja penjualan. Berdasarkan data RUPS PT Indika Energy Tbk, penjualan ALVA tumbuh 52,9% dari 2.948 unit pada 2024 menjadi 4.508 unit pada 2025.

