AHY Bidik Soekarno-Hatta Masuk 10 Bandara Terbaik Dunia pada 2029
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menargetkan, Bandara Soekarno-Hatta atau Bandara Soetta masuk dalam daftar 10 bandara terbaik dunia pada 2029.
Target tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Rapat itu juga membahas penyusunan landasan hukum penguatan tata kelola kebandarudaraan, rencana aksi Bandara Soekarno-Hatta (CGK), serta monitoring dan evaluasi bandar udara internasional.
Baca Juga
Tarif Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Blok M - Bandara Soetta Tak Lagi Rp 3.500
Menurut AHY, penyusunan landasan hukum menjadi agenda utama sebelum pemerintah menjalankan berbagai program penguatan sektor kebandarudaraan.
"Yang pertama adalah tentang penyusunan rancangan landasan hukum. Ini penting sebelum kita membahas hal-hal lain kita harus pastikan rancangan landasan hukumnya benar-benar kita siapkan," kata AHY.
Dikatakan AHY, pemerintah telah menggagas transformasi Bandara Soetta sejak rapat koordinasi yang digelar di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali pada 23 Januari 2025. Saat itu, pemerintah mendorong Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu dari 10 bandara terbaik dunia.
"Beberapa bulan yang lalu kita membahas tentang semangat kita untuk menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai top 10 bandara terbaik di dunia pada tahun 2029. Dan itu harus diikuti dengan penguatan aksesibilitasnya," ujarnya.
Ia menyebut sejumlah tindak lanjut telah dilakukan, antara lain evaluasi regulasi manajemen slot penerbangan, penyusunan regulasi pemberian kewenangan kepada operator bandara, penguatan pelaporan deklarasi sebelum keberangkatan, hingga pengkajian konektivitas dan kebijakan antarmoda.
AHY menambahkan, peningkatan kualitas Bandara Soetta harus diikuti dengan penguatan tata kelola lintas sektor. Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan peningkatan jumlah penerbangan, melainkan belum optimalnya kolaborasi antar pemangku kepentingan.
"Permasalahan utama yang bisa disimak di sini adalah belum optimalnya tata kelola kolaborasi lintas pemangku kepentingan," tegasnya.
Ia juga menyampaikan, penguatan tata kelola menjadi tujuan utama rapat koordinasi tersebut.
"Tujuan utama rapat ini adalah untuk menguatkan tata kelola ekosistem kebandarudaraan melalui penguatan regulasi dan kolaborasi lintas sektor," kata AHY.
Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), koordinasi lintas sektor masih menjadi persoalan utama. Audit tersebut menghasilkan 25 rekomendasi yang mencakup tata kelola kinerja, kolaborasi, manajemen slot, optimalisasi infrastruktur, kargo, dan collectingfee.
AHY menuturkan, sebagian besar rekomendasi telah ditindaklanjuti dan hanya menyisakan sekitar 10% yang masih dalam proses penyelesaian oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Dalam paparannya, AHY menunjukkan peningkatan peringkat Bandara Soekarno-Hatta dalam penilaian bandara dunia. Pada 2022, Bandara Soekarno-Hatta berada di peringkat ke-51 dunia. Posisi tersebut terus membaik hingga mencapai peringkat ke-25 pada 2025 dan naik menjadi peringkat ke-22 pada 2026.
"Kenapa tidak kita punya ambisi untuk kita masuk ke 10 besar. Dan saya pikir ini feasible, bukan sesuatu yang terlalu jauh dari jangkauan kita," lugasnya.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mempelajari praktik terbaik dari sejumlah bandara dunia, termasuk Bandara Internasional Narita Jepang dan Bandara Internasional Changi Singapura. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain layanan pelanggan, fasilitas ritel dan kuliner, kenyamanan terminal, aksesibilitas, serta kemudahan perpindahan antarterminal.
Implementasi SAF Maskapai 2027
Selain peningkatan layanan, pemerintah juga menyiapkan agenda dekarbonisasi sektor penerbangan. Salah satu targetnya adalah penerapan sustainable aviation fuel (SAF) pada penerbangan internasional dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai 2027 mendatang.
"Jadi ini tahun 2027 semangatnya adalah kita menggunakan sustainableaviationfuel (SAF). Artinya ini sebagai alternatif dari avtur konvensional," ucap Ketua Umum Partai Demokrat itu.
Ia menerangkan, penggunaan SAF akan dimulai pada 1% penerbangan internasional dari kedua bandara tersebut sebagai tahap awal menuju pengurangan emisi karbon sektor penerbangan.
Di sisi lain, AHY mengingatkan dinamika geopolitik global masih berpotensi memengaruhi industri penerbangan. Menurutnya, bahan bakar menyumbang sekitar 40% dari total biaya operasional maskapai sehingga fluktuasi harga minyak akan berdampak langsung terhadap sektor tersebut.
"Bahan bakar (pesawat), kita tahu menyumbang 40% dari total biaya operasional maskapai-maskapai di Indonesia," tegas AHY.
Dalam kesempatan yang sama, AHY menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbanyak bandara internasional di berbagai daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
"Kita ketahui bahwa arahan Bapak Presiden, seperti yang kita sudah dengar di sejumlah sidang kabinet paripurna, bahwa beliau berharap bisa dibuka sebanyak-banyaknya bandar udara internasional di berbagai daerah. Sekali lagi untuk mendorong percepatan perputaran ekonomi dan pariwisata daerah," kata AHY.
Baca Juga
Trafik Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Tembus 1,9 Juta Orang Selama Periode Lebaran 2026
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pemerintah, Bandara I Gusti Ngurah Rai masih menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara (wisman) dengan kontribusi 63,85% atau sekitar 6,9 juta wisatawan pada 2025.
Bandara Soetta, lanjut AHY, berada di posisi berikutnya dengan 2,7 juta wisatawan atau sekitar 25%, disusul Bandara Hang Nadim Batam sebanyak 1,5 juta wisatawan atau 14,73%.
AHY menyebutkan, pemerintah akan terus memantau kinerja bandara internasional berdasarkan empat parameter utama, yakni trafik penumpang, kinerja keuangan, kesiapan infrastruktur, serta kontribusinya terhadap strategi nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.
