Menenun Mimpi dari Kain Nusantara, Kisah Inspiratif PFpreneur 2026 Besutan Pertamina
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Program PFpreneur 2026 melahirkan kisah inspiratif perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berhasil mengembangkan bisnis sekaligus menjaga warisan budaya Indonesia. Dari lebih dari 8.000 pendaftar di seluruh Tanah Air, dua perempuan pengusaha mendapat apresiasi khusus berkat inovasi, ketekunan, dan dampak usaha yang mereka bangun.
Sebanyak 350 pelaku UMKM perempuan terpilih mengikuti program yang digagas Pertamina Foundation tersebut. Di antara para peserta, Shaskia Yasmin, pendiri Genah, meraih apresiasi kategori Produk Ramah Lingkungan, sementara Jihan Astriningtias, pemilik JJC Rumah Jahit, memperoleh apresiasi dengan Nilai Tertinggi Kurasi Program.
Baca Juga
Dasco Telepon Dirut Pertamina saat Rakernas KSPI, Soroti 55.000 Buruh Terancam PHK
Bagi Shaskia, penghargaan tersebut menjadi pencapaian yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Perempuan yang menjalankan usaha keluarga itu mengaku masih sulit percaya saat namanya diumumkan sebagai penerima apresiasi dalam ajang PFpreneur 2026.
Di tengah perannya sebagai ibu, istri, dan pengusaha, Shaskia harus membagi waktu untuk mengelola berbagai tanggung jawab setiap hari. Namun, keinginannya untuk mengembangkan usaha keluarga menjadi motivasi yang membuatnya terus melangkah.
Usaha yang dikelolanya, Genah, merupakan bisnis keluarga yang telah memasuki generasi kedua. Sejak 2022, Shaskia mengambil alih pengelolaan usaha secara penuh dan mulai memfokuskan pengembangan produk pada suvenir berbasis kain Indonesia yang memiliki nilai budaya dan identitas lokal yang kuat.
Baginya, setiap motif dan lembar kain Nusantara menyimpan cerita yang layak diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri. "Kami ingin mengangkat cerita-cerita dari kain Indonesia menjadi produk suvenir yang bisa digunakan secara personal maupun korporasi," katanya dikutip Rabu (24/6/2026).
Semangat menjaga warisan budaya juga terlihat pada perjalanan bisnis Jihan Astriningtias. Pemilik JJC Rumah Jahit itu berhasil meraih apresiasi kategori Nilai Tertinggi setelah melalui berbagai tantangan dalam mengembangkan usaha keluarga generasi kedua yang dikelolanya.
Pandemi Covid-19 sempat menjadi titik berat bagi bisnis yang telah dibangun keluarganya. Penurunan permintaan membuat usaha tersebut menghadapi tekanan yang cukup besar. Namun, alih-alih menyerah, Jihan justru memanfaatkan masa sulit itu sebagai momentum untuk melakukan transformasi usaha.
Pada 2023, ia mulai memperkuat fondasi bisnis melalui pengurusan legalitas usaha, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga diversifikasi produk. Jika sebelumnya fokus pada layanan jahit dan pesanan khusus, kini JJC Rumah Jahit juga mengembangkan lini pakaian siap pakai atau ready-to-wear dengan memanfaatkan tenun Troso khas Jepara.
Sebagai putri daerah Jepara, Jihan memiliki kedekatan yang kuat dengan para pengrajin tenun di kampung halamannya. Hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan.
Ia menggandeng para penenun untuk memanfaatkan kain sisa produksi menjadi berbagai motif bordir baru yang terinspirasi dari budaya dan lanskap perkotaan. "Kami bekerja sama dengan para pengrajin di Troso. Kain-kain sisa produksi kami olah kembali menjadi motif bordir yang terinspirasi dari budaya dan lanskap Jakarta," jelasnya.
Dari tangan kreatif Jihan lahir berbagai desain yang terinspirasi dari unsur budaya Indonesia, mulai dari kembang goyang hingga tari kipas. Sentuhan tersebut memadukan identitas tradisional dengan kebutuhan pasar modern yang terus berkembang.
Penghargaan yang diterimanya menjadi pengakuan atas konsistensi dan kerja keras yang selama ini dijalankan untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan usaha keluarga.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang dijalankan Pertamina.
Baca Juga
Lapangan Karamba 'First Gas' 4 MMscfd, ISOG Pasok Energi untuk Kilang Pertamina di Balikpapan
Menurut dia, PFpreneur menjadi salah satu program strategis yang dirancang untuk melahirkan lebih banyak local hero atau tokoh penggerak ekonomi lokal yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. "Program pemberdayaan merupakan salah satu program CSR Pertamina untuk melahirkan local hero yang dapat memberikan manfaat yang lebih besar," kata Baron.
Ia menambahkan, PFpreneur tidak hanya memberikan apresiasi kepada peserta, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas bagi para pelaku UMKM perempuan agar mampu membangun usaha yang lebih berkelanjutan.
Baron berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak perempuan pelaku usaha di berbagai daerah Indonesia. "Melalui program ini, Pertamina berkomitmen membantu lebih banyak UMKM untuk berpikir lebih baik dan membangun usaha dengan lebih terarah," tutup Baron.
