Dari Anak Nelayan Jadi Calon Mahasiswa, Kisah Inspiratif Pemali Boarding School PT Timah (TINS)
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Program beasiswa sekolah berasrama yang didukung PT Timah Tbk (TINS), perusahaan tambang anggota holding industri pertambangan MIND ID, terus membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di wilayah kepulauan dan kawasan tambang. Melalui Pemali Boarding School, ratusan siswa dari Bangka Belitung hingga Kepulauan Riau mendapat kesempatan mengubah masa depan lewat pendidikan berkualitas.
Aktivitas di Asrama Pemali Boarding School dimulai sejak dini hari. Sebelum matahari terbit, para siswa telah bangun untuk merapikan tempat tidur dan bersiap menjalani rangkaian kegiatan pagi sebelum mengikuti pelajaran di SMA Negeri 1 Pemali. Rutinitas tersebut bukan sekadar disiplin harian, melainkan bagian dari pembentukan karakter yang diharapkan menjadi bekal untuk memperbaiki taraf hidup keluarga mereka di kampung halaman.
Baca Juga
Pekan Depan, PT Timah-Perminas 'Groundbreaking' Proyek Logam Tanah Jarang
Di lingkungan asrama, para siswa memperoleh ruang belajar yang kondusif sekaligus pembinaan intensif. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga buruh harian, nelayan, hingga pekerja serabutan yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.
Pemali Boarding School telah berjalan sejak 2000 dan menjangkau wilayah Bangka Belitung, Karimun, hingga Meranti. Hingga kini, sekitar 952 alumni telah merasakan manfaat program tersebut.
Kepala Asrama Pemali Boarding School Ulul mengatakan mayoritas siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. “Banyak orang tua yang awalnya ragu karena keterbatasan biaya. Mereka tidak membayangkan anaknya bisa mendapatkan fasilitas pendidikan seperti ini,” ujar Ulul dikutip Sabtu (16.5/2026).
Menurut dia, keraguan itu biasanya berubah menjadi dukungan penuh setelah para orang tua memahami bahwa seluruh kebutuhan pendidikan dan pembinaan ditanggung program. Setiap tahun, sebanyak 36 siswa terpilih menerima beasiswa penuh dan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pemali.
Proses seleksi dilakukan melalui asesmen akademik dan psikologi yang bekerja sama dengan tim dari Universitas Padjadjaran.
Tak Sekadar Akademik
Ulul menegaskan pembinaan di asrama tidak hanya berfokus pada prestasi akademik. Para siswa juga dibekali keterampilan seperti public speaking, pengelolaan media sosial, penguatan karakter, hingga kepemimpinan.
Menurutnya, pembinaan ini dirancang untuk membantu siswa menghadapi tantangan setelah lulus, baik di dunia pendidikan tinggi, dunia kerja, maupun kehidupan sosial. “Yang kita bangun bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga kepercayaan diri dan cara mereka melihat masa depan,” katanya.
Pada 2026, sebanyak 20 siswa berhasil lolos ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi, sementara siswa lainnya masih menjalani seleksi melalui jalur tes. Di tingkat daerah, para siswa juga mencatatkan prestasi dalam lomba debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di Kabupaten Bangka. Namun, menurut Ulul, dampak terbesar justru terlihat dalam jangka panjang.
Baca Juga
Penjualan Timah (TINS) Januari 2026 Lampaui Target, Ini Pendorongnya
Banyak alumni yang telah melanjutkan pendidikan atau bekerja, lalu mulai berkontribusi kembali di lingkungan tempat tinggal mereka. “Mereka tidak hanya berubah secara pribadi, tetapi juga membawa pengaruh bagi keluarga dan komunitasnya. Itu yang paling terasa,” ujarnya.
Ulul mengakui tantangan terbesar para siswa muncul pada masa awal adaptasi. Sebagian besar belum pernah tinggal jauh dari orang tua dan harus menyesuaikan diri dengan ritme belajar yang lebih disiplin. Meski begitu, proses tersebut justru menjadi fase penting dalam pembentukan karakter mereka.
“Namun, proses itulah yang membentuk mereka. Seiring waktu, para siswa mulai menunjukkan perubahan. Mereka yang semula pendiam menjadi lebih berani berbicara, lebih percaya diri, dan mampu mengikuti ritme belajar yang lebih terstruktur,” jelasnya.

