Kemenpar Dorong Bebas Visa Kunjungan untuk Perkuat Pariwisata Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan Bebas Visa Kunjungan (BVK) penting bagi pariwisata Indonesia karena memudahkan wisatawan mancanegara masuk, meningkatkan kunjungan, dan memperkuat daya saing serta ekonomi.
Kemenpar menyebut BVK bukan hanya soal visa. Kebijakan ini juga memperkuat aksesibilitas dan kemudahan perjalanan ke Indonesia.
Kemudahan perjalanan menjadi faktor utama bagi wisatawan saat memilih destinasi. Hal ini makin penting saat negara pesaing di kawasan terus memberi fasilitas perjalanan.
“BVK bukan sekadar fasilitas visa. BVK adalah instrumen daya saing, pertumbuhan, dan penciptaan lapangan kerja,” kata Kemenpar dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).
Kementerian mengungkapkan Indonesia pernah memberi bebas visa untuk 169 negara pada 2016. Kebijakan itu dinilai berdampak besar pada kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara.
Baca Juga
Soroti Pelanggaran Turis Asing di Bali, Komisi XIII DPR Minta Kebijakan Bebas Visa Lebih Selektif
Kajian WTTC dan Oxford Economics menunjukkan bebas visa menaikkan permintaan wisatawan mancanegara 24%. Kebijakan ini juga mendukung sekitar 400.000 lapangan kerja.
Kemenpar menyebut perhitungan dengan realisasi kunjungan 2018 menunjukkan dampak lebih besar. Peningkatan permintaan wisatawan diperkirakan mencapai 32,4% setelah bebas visa diterapkan.
Kajian WTTC juga menilai visa-free lebih berdampak dibanding fasilitasi visa lain. Median kenaikan kedatangan wisatawan dari kebijakan ini mencapai 16,6% per tahun.
Kemenpar menyoroti posisi Indonesia di ASEAN masih tertinggal. Jumlah negara yang mendapat bebas visa ke Indonesia lebih sedikit dibanding Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Kemenpar mendorong sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk merumuskan BVK yang tepat. Kebijakan ini diharapkan tetap menjaga keamanan dan kepentingan nasional, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.
