Konflik Selat Hormuz Reda, Anindya Bakrie Ajak Dunia Usaha Genjot Fundamental Ekonomi Domestik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie menilai redanya konflik di Selat Hormuz bisa menjadi momentum seluruh pelaku dunia usaha untuk kembali fokus ke perekonomian domestik.
“Tetap, kita harus fokus ke fundamental kita sendiri karena pertumbuhan (ekonomi) kita kan 55% adalah (dikontribusi dari) konsumsi domestik,” kata Anindya, di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Anindya menjelaskan bahwa beberapa sektor yang perlu diperkuat yaitu sektor perdagangan dan investasi untuk industrialisasi.
“Tapi yang paling penting, UMKM-nya jangan ketinggalan karena harus sama-sama maju,” ujar dia.
Menurut Anindya, UMKM ikut berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi. Kelompok usaha kecil, mikro dan menengah ini memiliki total investasi yang besar jika dijumlah secara agregat.
“Memang, secara satu per satu terlihat kecil. Tapi kalau misalnya digabung, itu jumlahnya lebih besar daripada yang kita lihat pada perusahaan-perusahaan multinasional,” kata dia.
Anindya menyadari efek perang di kawasan Teluk telah memengaruhi rantai pasok, sehingga menyebabkan kenaikan harga.
Baca Juga
Presiden Trump Klaim Perang Iran Berakhir, Kesepakatan Damai Sudah Ditandatangani
“Bahkan, bukan hanya mahal. Bahannya juga kadang-kadang tidak ada,” ucap dia.
Dengan sumbatan yang mulai terbuka di Selat Hormuz, Anindya berharap ekonomi dapat kembali pulih seperti sebelum perang. Namun di sisi lain ia berharap Indonesia tetap mempersiapkan diri untuk mandiri dari sisi pangan, energi, dan air.
Anindya menyebut sektor yang perlu digenjot dalam jangka pendek ini yaitu sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan elektronik yang berorientasi ekspor, termasuk pertanian yang akan menopang target pemerintah di sisi kemandirian pangan. Industri-industri tersebut menurutnya juga amat membutuhkan perhatian pemerintah.
Selain itu, Anindya berharap sektor padat modal turut menjadi perhatian. Ini sebagai langkah perlindungan atas investasi yang masuk di Tanah Air.
