Summarecon (SMRA) Bagikan Dividen Rp 82,54 Miliar, Bidik 'Marketing Sales' Rp 5,2 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), pengembang properti berkode emiten SMRA, membagikan dividen sebesar Rp 82,54 miliar atau Rp 5 per lembar saham kepada pemegang saham setelah mencatat marketing sales Rp 5,53 triliun sepanjang tahun buku 2025. Keputusan tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta Kamis (11/6/2026).
"Atas pencapaian sepanjang tahun buku 2025, Summarecon membagikan dividen sebesar Rp 5 per lembar saham atau setara Rp 82,542 miliar," kata Investor Relations, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), James Wahyudi dalam dan Public Expose Summarecon.
Pada 2026, Summarecon menetapkan target marketing sales sebesar Rp 5,2 triliun yang akan ditopang oleh keseluruhan proyek di sembilan kawasan kota terpadu. Perseroan juga mengawali tahun dengan capaian positif. Selama tiga bulan pertama 2026, penjualan properti mencapai Rp 1,2 triliun atau meningkat 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Sumarecon (SMRA) Ungkap Strategi Redam Efek Pelemahan Rupiah pada Bisnis Properti
SMRA kembali mencatatkan kinerja operasional yang positif sepanjang tahun buku 2025. Didukung pengembangan sembilan kawasan kota terpadu di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang, perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp 5,53 triliun.
Angka tersebut meningkat 27% dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus melampaui target marketing sales sebesar Rp 5 triliun yang telah ditetapkan perseroan. Pertumbuhan tersebut terutama didorong tingginya permintaan pasar terhadap produk-produk properti baru. Segmen hunian menengah dan menengah atas tetap menunjukkan daya beli yang kuat sehingga menopang kinerja penjualan perseroan.
Sepanjang tahun buku 2025, Summarecon membukukan pendapatan sebesar Rp 8,77 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 1,20 triliun. Segmen pengembangan properti yang mencakup penjualan hunian, komersial, dan apartemen masih menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan perseroan. Unit ini membukukan pendapatan sebesar Rp 5,51 triliun atau berkontribusi 63% terhadap total pendapatan.
Sementara itu, segmen Investasi properti dan manajemen mencatatkan pendapatan Rp 2,28 triliun pada 2025 atau meningkat 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang kenaikan pendapatan sewa pusat perbelanjaan sebesar Rp 113,85 miliar. Segmen ini menyumbang 26% dari total pendapatan perseroan.
Adapun segmen bisnis Lain-lain turut mencatatkan pertumbuhan positif. Pendapatan unit ini mencapai Rp 981,12 miliar atau meningkat 1% dibandingkan Rp 967,31 miliar pada 2024. Kenaikan tersebut terutama berasal dari kontribusi bisnis perhotelan yang terus menunjukkan kinerja positif. Segmen ini menyumbang 11% terhadap total pendapatan Summarecon.
Pasar Hunian Resilien
President Director Summarecon Agung Adrianto P. Adhi mengatakan kondisi pasar hunian menengah dan menengah atas masih menunjukkan ketahanan yang baik di tengah tantangan ekonomi.
"Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung, kami bersyukur pasar hunian menengah dan menengah atas tetap menunjukkan resiliensi yang baik atas permintaan terhadap produk-produk Summarecon yang mengedepankan inovasi, kualitas pembangunan yang tinggi, konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi, serta memiliki nilai investasi jangka panjang," ujar Adrianto.
Ia menambahkan, perseroan akan terus menjaga pengelolaan kas secara hati-hati serta mencermati perubahan pasar yang terjadi.
Baca Juga
"Ke depan, dalam menghadapi tantangan ekonomi yang masih berlangsung sampai saat ini, Summarecon akan tetap menjaga pengelolaan cash management secara prudent, mencermati perubahan pasar yang terjadi dan tetap berfokus pada pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," lanjutnya.
Dalam RUPST tahun buku 2025, pemegang saham juga menetapkan susunan dewan komisaris dan direksi perseroan. Dewan komisaris dipimpin oleh Komisaris Utama Soetjipto Nagaria, dengan anggota Komisaris Harto Djojo Nagaria, Liliawati Rahardjo, Hendri Rahardja, Komisaris Independen Edi Darnadi, serta Komisaris Independen Kris Erlangga Adji Widjaya.
Sementara jajaran direksi terdiri atas Direktur Utama Adrianto Pitojo Adi, Direktur Soegianto Nagaria, Herman Nagaria, Sharif Benyamin, Lydia Tjio, Nanik Widjaja, dan Jason Lim.
