KAI Kantongi PMN Rp 1,8 Triliun, Rp744 Miliar Sudah Disalurkan ke Inka
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan realisasi penyertaan modal negara (PMN) 2025 senilai Rp 1,8 triliun masih dalam proses. Dana tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah untuk proyek pengadaan sarana kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek dengan kebutuhan dana sebesar Rp 9,18 triliun.
"Sementara PMN di 2024, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 52 Tahun 2024, dan PMN tahun 2025, PP Nomor 51 Tahun 2025, senilai Rp 3,5 triliun itu masih berprogres. Realisasi PMN tahun 2025, di mana berdasarkan PP Nomor 51 tahun 2025 senilai Rp 1,8 triliun, kami menerima (PMN) ini di 31 Desember 2025," kata Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI dipantau melalui siaran TV Parlemen, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga
KAI Targetkan KRL 12 Gerbong Beroperasi di Rangkasbitung Tahun Ini
Dia mengatakan KAI telah meneruskan ke PT KCI tertanggal 20 Mei 2026 dan telah ter-spending sebesar Rp 744,46 miliar kepada PT Inka.
"Sehingga sisa saldo untuk PMN 2025 senilai Rp 1,055 triliun yang proyeksinya akan kita spending sesuai progress penyelesaian 9 trainset yang sudah ada di PT Inka sesuai dengan recovery schedule-nya yaitu di dalam tahun ini, bulan September 2026," sambung dia.
Bobby menjelaskan, kebutuhan tambahan armada KRL menjadi semakin mendesak seiring peningkatan jumlah penumpang di Jabodetabek. Ia memproyeksikan jumlah penumpang KRL meningkat rata-rata 4% per tahun hingga mencapai 437 juta penumpang pada 2030.
Menurut Bobby, realisasi jumlah penumpang pada 2025 telah mencapai sekitar 357 juta orang, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berada di atas 339 juta penumpang.
Di sisi lain, sebagian besar KRL yang beroperasi saat ini merupakan kereta bekas dari Jepang yang telah berusia 34 hingga 41 tahun. Armada tersebut terdiri dari 780 unit eks JR 205 dan 128 unit eks Tokyo Metro.
Baca Juga
Pemerintah Guyur Stimulus Libur Sekolah, Tiket Pesawat hingga Kereta Dapat Diskon
Untuk mendukung pengadaan sarana baru, KAI melalui PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menjalankan proyek pengadaan KRL Jabodetabek senilai Rp 9,18 triliun. Dari total kebutuhan pendanaan tersebut, dukungan pemerintah melalui PMN mencapai Rp5,3 triliun atau sekitar 58%. "Total nilai proyek itu nilainya Rp 9,18 triliun, di mana pembiayaannya terdiri dari dukungan pemerintah melalui PMN Rp 5,3 triliun 58%," papar Bobby.
Proyek tersebut mencakup pengadaan KRL baru dari PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka dan CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. asal Tiongkok, termasuk rencana pengadaan tambahan delapan trainset KRL baru dari PT Inka senilai Rp 2,05 triliun yang hingga kini belum memasuki tahap kontrak.
