Astra Rajai 51% Pasar Otomotif Nasional, Penjualan Mobil Januari-Mei 2026 Tembus 182 Ribu Unit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Astra International Tbk mencatatkan penjualan kendaraan sebanyak 182.136 unit secara wholesales sepanjang Januari-Mei 2026. Capaian ini menempatkan Astra sebagai pemimpin pasar dengan pangsa 51% dari total penjualan domestik 359.015 unit berdasarkan data Gaikindo.
"Seiring dengan pertumbuhan penjualan kendaraan nasional pada lima bulan pertama tahun 2026, Astra melihat bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia tetap beragam dan terus berkembang," ujar Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026)
Toyota dan Lexus tampil sebagai penyumbang terbesar dengan penjualan 111.560 unit sepanjang Januari-Mei 2026. Daihatsu menyusul dengan 59.420 unit, menjadikan dua merek ini tulang punggung dominasi Astra di pasar domestik.
Isuzu mencatatkan penjualan 10.820 unit, memperkuat lini kendaraan komersial Astra. UD Trucks melengkapi portofolio niaga berat dengan 336 unit di periode yang sama.
Sementara di segmen LCGC (Low Cost Green Car), dominasi Astra bahkan lebih kuat dengan pangsa 76% dari total pasar 46.055 unit. Angka itu naik satu poin dibanding rata-rata sepanjang 2025 yang berada di level 75%.
Baca Juga
Perusahaan menyebut, Mei 2026 menjadi bulan terbaik Astra sejak awal tahun dengan market share mencapai 56%. Angka ini melonjak dari Februari dan Maret yang masing-masing hanya 47%.
"Di tengah berbagai dinamika yang ada, Astra senantiasa berupaya menghadirkan pilihan produk dan layanan yang relevan bagi pelanggan melalui berbagai merek, segmen kendaraan, serta teknologi yang tersedia," lanjut Windy.
Strategi multi-merek ini dinilai menjadi tameng Astra menghadapi gempuran merek-merek baru, termasuk kendaraan listrik asal China. Perusahaan menegaskan fokus pada penguatan ekosistem layanan dari hulu ke hilir demi mempertahankan posisi Astra sebagai pilihan utama konsumen otomotif Indonesia.
Baca Juga
Astra (ASII) Siapkan Buyback Saham Rp 8 Triliun, Tujuan Ini Diungkap
