Penjualan Mobil Nasional Tembus 710 Ribu Unit per November, Astra Kuasai 52% Pasar
Poin Penting
| ● | Astra jual 368.426 unit, raih 52% pangsa pasar. |
| ● | Segmen LCGC dikuasai Astra dengan pangsa pasar 75%. |
| ● | Penjualan mobil merek China seperti BYD & Chery menunjukkan kenaikan. |
JAKARTA, investortrust.id – Penjualan mobil nasional hingga November 2025 mencapai 710.087 unit secara wholesales berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Dari angka tersebut, PT Astra International Tbk (ASII) menjual sebanyak 368.426 unit atau setara dengan 52% pangsa pasar nasional.
Dominasi penjualan Astra didominasi penjualan Toyota-Lexus, Daihatsu, Isuzu, dan UD Trucks yang secara konsisten menjaga ritme suplai ke pasar. Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo mengatakan, persaingan yang semakin agresif mendorong perusahaan memperkuat relevansi produk.
Baca Juga
Usai Toyota Veloz Hybrid Diluncurkan, Rerating Saham Astra International (ASII) Terbuka
“Melihat kondisi pasar otomotif nasional yang mengalami pelemahan daya beli serta meningkatnya intensitas persaingan, Astra senantiasa berupaya menghadirkan pilihan kendaraan yang relevan bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam keterangn resmi, Rabu (10/12/2025).
Windy menambahkan, berbagai peluncuran model baru dan penawaran khusus di pameran otomotif juga menjadi strategi untuk menjaga minat konsumen. “Kami berharap kondisi pasar dapat berangsur membaik pada tahun depan,” sambungnya.
Baca Juga
Curi Perhatian di GJAW 2025, Toyota Veloz Hybrid Sudah Kantongi TKDN 65%
Penjualan mobil berdasarkan segmen, pasar LCGC nasional mencatat penjualan 112.135 unit hingga November, sementara Astra menguasai segmen ini dengan 84.015 unit atau setara pangsa 75%. Dominasi ini menunjukkan konsistensi permintaan pada kendaraan terjangkau di tengah tekanan daya beli.
Sementara itu, merek non-Astra membukukan total 341.661 unit, dipimpin Mitsubishi, Honda, dan Suzuki. Sementara merek asal China, seperti BYD dan Chery menunjukkan kenaikan penjualan signifikan sepanjang 2025.

