Badan Ekspor Dibentuk, Bos Sawit Khawatir Bisa Timbulkan Distorsi Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menanggapi pembentukan badan khusus ekspor melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) di bawah holding BPI Danantara. Ia menyampaikan kekhawatiran pelaku industri sawit dalam negeri yang menilai pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) bisa berpotensi mendistorsi pasar apabila implementasinya tidak dilakukan secara hati-hati.
"Karena para eksportir selama ini punya pasar masing-masing, kita berharap jangan sampai justru ekspor kita turun,” kata Eddy kepada investortrust.id, Rabu (20/5/2026).
Menurut Eddy, selama ini eksportir minyak sawit telah memiliki jaringan pembeli dan pasar yang berbeda-beda sesuai karakter produk dan kebutuhan masing-masing konsumen.
Ia menjelaskan tidak semua eksportir merupakan perusahaan terintegrasi yang memiliki kebun dan pabrik pengolahan sendiri. Sebagian pelaku usaha juga berperan sebagai trader yang membeli produk sawit dari produsen untuk memenuhi kebutuhan pasar tertentu.
“Para eksportir kan memang sudah punya pasar masing-masing dan tidak semua eksportir itu perusahaan yang mempunyai kebun dan industri. Mereka pun membeli produk minyak sawit, kadang ada pesanan khusus untuk menyesuaikan kebutuhan industrinya,” ungkapnya.
Baca Juga
Oleh karena itu, Eddy mempertanyakan apakah badan ekspor yang dibentuk pemerintah nantinya mampu melayani kebutuhan pasar yang sangat spesifik dan beragam. “Apakah kondisi seperti ini bisa dilayani oleh badan? Kemudian bagaimana nasib eksportir yang kecil dan yang murni hanya sebagai trader,” imbuh Eddy.
Sebelumnya, pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang akan mengelola tata kelola ekspor komoditas SDA strategis seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy. Pada tahap awal, badan tersebut akan melakukan pencatatan dan dokumentasi ekspor mulai September 2026.

