Beredar Rumor Badan Khusus Ekspor Dibentuk, IHSG Jatuh Dua Hari Beruntun hingga Saham Komoditas Anjlok
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Beredar rumor bahwa pemerintah sedang menyiapkan pembentukan badan khusus yang akan membawahi aktivitas ekspor komoditas Indonesia. Rumor tersebut ditengarai menjadi factor utama kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam dua hari terakhir.
Rumor tersebut menyebutkan bahwa badan ekspor komoditas tersebut rencananya diumumkan dalam waktu dekat. Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pelaku pasar, badan tersebut nantinya menjadi pintu utama ekspor nasional. Seluruh perusahaan sumber daya alam (SDA) harus menjual produknya kepada badan tersebut, sebelum kemudian diekspor ke pasar global.
Komoditas crude palm oil (CPO) dan batu bara disebut menjadi sektor pertama yang akan masuk dalam skema tersebut. Sementara itu, komoditas mineral masih dalam tahap evaluasi.
Baca Juga
Purbaya Siapkan Kebijakan Baru Siasati Penundaan Royalti Tambang: Gak Pakai Gaduh
Pembentukan badan khusus ekspor ini disebut berkaitan dengan upaya pemerintah menekan praktik under invoicing dalam aktivitas ekspor nasional.
Dalam skema yang beredar, badan tersebut akan berperan layaknya agregator ekspor nasional. Model tersebut disebut mirip dengan pola pengelolaan proyek tertentu yang melibatkan badan khusus untuk mengatur distribusi dan pemasaran. Skema ini disebut berpotensi menambah fee baru bagi perusahaan eksportir pertambangan dan komoditas.
Disebut terdapat dua skenario yang tengah dipertimbangkan pemerintah untuk kelembagaan badan tersebut, yakni berada di bawah badan usaha milik negara (BUMN) atau di bawah pengelolaan Danantara. Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi pemerintah terkait pembentukan badan khusus ekspor tersebut maupun detail implementasinya.
IHSG Anjlok 3,3%
Sejumlah pihak menyebutkan bahwa rumor tersebut menjadi factor utama penekan IHSG BEI lebih dari 16,3% dalam sebulan terakhir dan pelemahan sebanyak 8,2% dalam lima hari terakhir.
Bahkan, hingga penutupan sesi I, Selasa (19/5/2026), IHSG mendadak anjlok sebanyak 202,97 poin (3,08%) menjadi 6.396. Penurunan makin dahsyat jelang penutupan, bandingkan dengan awal transaksi sempat ke zona hijau. Adapun awal transaksi sesi II, penurunan indeks mencapai 3,3% menjadi 5.375.
Baca Juga
Rosan Sebut Saham BUMN di BEI Masih Menarik, Yield Bisa Tembus 11%
Tekanan utama datang dari kejatuhan seluruh sektor saham, khususnya saham sektor material dasar 7,26%, sektor energi 6,47%, dan sektor transportasi 5,94%. Bahkan, sektor material jatuh signifikan dalam tiga hari terakhir.
Anehnya lagi saham-saham komoditas justru berguguran sepanjang sesi I, meski harga komoditas global tengah mengalami kenaikan. Di antaranya, saham batu bara dengan penurunan AADI, ADMR, BUMI, ITMG, BYAN, dan saham lainnya.
Saham komoditas mineral juga berguguran, seperti saham TINS, INDY, ARCI, EMAS, MDKA, INCO, ARCI, hingga saham HRTA. Saham CPO juga jatuh, seperti SMAR, AALI, AGRO, LSIP, dan SIMP.

