Genjot Energi Sawit dan Surya, Prabowo Targetkan RI Stop Impor BBM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tengah mempercepat pengembangan energi berbasis sumber daya domestik untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Strategi tersebut mencakup pengembangan bioenergi dari kelapa sawit, hilirisasi batu bara, hingga percepatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Prabowo mengatakan, pemerintah saat ini fokus memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber energi yang tersedia di dalam negeri.
Baca Juga
Toyota Plans Ethanol Plant in Indonesia as Bahlil Targets 10% Biofuel Blend by 2027
“Untuk mengatasi krisis energi, kita sedang mempercepat produksi solar dari minyak kelapa sawit. Kita juga sedang mengkaji produksi bensin dari minyak kelapa sawit,” ujar Prabowo dalam rapat paripurna di gedung parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Selain biofuel berbasis sawit, pemerintah juga menyiapkan pengembangan energi dari batu bara melalui teknologi gasifikasi dan produksi bahan bakar sintetis. “Kita juga akan produksi solar dan gas dari batu bara,” katanya.
Tak hanya itu, Prabowo menyebut limbah pertanian juga akan dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang murah dan mudah diakses masyarakat. Menurutnya, ini menjadi salah satu strategi dalam disversifikasi energi. “Kita juga bisa produksi energi untuk masak dengan sangat murah, dengan limbah-limbah dan batang-batang jagung,” ucapnya.
Di sektor energi baru terbarukan (EBT), pemerintah mempercepat pengembangan listrik tenaga surya sebagai salah satu tulang punggung transisi energi nasional. “Produksi listrik dari tenaga surya akan kita percepat. Kita sudah canangkan akan membangun 100 gigawatt (GW) dari tenaga surya dalam tiga tahun ini,” tegas Prabowo.
Program pengembangan PLTS tersebut juga akan dipadukan dengan percepatan elektrifikasi sektor transportasi melalui konversi kendaraan berbasis BBM menjadi kendaraan listrik. “Kita padukan ini dengan konversi motor dan mobil dari motor-mobil BBM ke motor-mobil listrik,” ujarnya.
Baca Juga
Pertamina Rampungkan 11 Proyek Kilang Strategis untuk Dongkrak Produksi BBM dan 'Biofuel'
Menurut Prabowo, kombinasi strategi tersebut diharapkan mampu menekan impor BBM secara signifikan sekaligus menghemat devisa negara yang selama ini tersedot untuk kebutuhan energi fosil. “Insyaallah kita akan hilangkan ketergantungan kita kepada impor BBM dan kita akan menghemat devisa kita yang sangat berharga,” pungkasnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong hilirisasi sumber daya alam, sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.

