Pemerintah Targetkan Stop Impor Garam Industri, Ini Tanggapan Pengusaha Makanan Minuman
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman menanggapi terkait rencana pemerintah yang akan mengurangi kuota impor garam industri pada 2025 dan stop impor pada 2027 mendatang.
Mengenai hal itu, Adhi menyebutkan sebagian kebutuhan garam industri sudah bisa dipasok dari dalam negeri, namun menurutnya pemerintah perlu melakukan kesiapan yang matang dalam penyediaan pasokan bahan baku garam untuk industri, sehingga di sisi hilir tidak terganggu.
"Itu yang kita harapkan dari pemerintah bisa melihat secara keseluruhan," ucap Adhi kepada investortrust.id saat ditemui di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2024).
Meskipun sebagian kebutuhan garam belum dapat mencukupi kebutuhan industri, Adhi menilai pemerintah akan membuat skema dan langkah-langkah yang dapat memenuhi kebutuhan industri terkait kualitas garam lokal dan berapa banyak pasokan yang tersedia.
Baca Juga
Top, Menko Zulhas Pastikan Keran Impor Beras, Garam, Gula dan Jagung Ditutup di 2025
"Saya percaya pemerintah akan melihat semua sumber, garam sebagian saya dapat laporan ada ketersediaan di lokal. Tapi seberapa banyak dan kualitasnya apakah bisa memenuhi seperti yang diharapkan ini juga perlu dilihat lebih lanjut," terangnya.
"Oleh sebab itu, saya berharap pemerintah melalui verifikasi di lapangan ya, saya dengar sedang dilakukan, mudah-mudahan datanya sudah bisa keluar sehingga bisa diketahui berapa banyak banyak kebutuhan impor tersebut," tambah Adhi.
Diketahui sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan memangkas kuota impor garam yang digunakan industri. Ia menyebut, kebutuhan dalam negeri adalah sebesar 2,5 juta ton, kini diputuskan hanya diperbolehkan impor 1,7 juta ton.
"Selebihnya kita minta mengolah garamnya agar juga bisa dipergunakan untuk industri. Jadi kita akan coba kerja keras selama 2 tahun ini untuk industri pun kita juga akan produksi di sini," ungkap Zulhas belum lama ini.

