Bagikan

Bahlil Targetkan RI Stop Impor Bensin, SPBU Swasta Bakal Beli BBM dari Pertamina

Poin Penting

Produksi bensin naik 5,8 juta kiloliter sehingga impor turun menjadi sekitar 18–19 juta kiloliter.
Kapasitas Kilang Balikpapan naik dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari dengan standar Euro 5.
Pemerintah target 2027 berhenti impor avtur dan mewajibkan swasta serap bensin dari Pertamina.

BALIKPAPAN, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kini menargetkan Indonesia bakal terbebas dari impor bensin. Hal itu disampaikan Bahlil pada peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

Bahlil mengungkapkan, saat ini konsumsi bensin nasional mencapai 38 juta kiloliter (KL) per tahun. Sementara itu, produksi bensin dalam negeri hanya sekitar 14,25 juta KL. Kondisi ini membuat Indonesia harus mengimpor bensin sekitar 23 juta KL per tahun.

Kendati demikian, dengan diresmikannya RDMP Balikpapan terdapat tambahan produksi bensin sebesar 5,8 juta KL. Dengan demikian, impor bensin menjadi hanya sekitar 18-19 juta KL. Ke depannya, Bahlil ingin agar produksi bensin ini terus ditingkatkan agar tidak terjadi impor lagi.

Baca Juga

Diresmikan Prabowo, RDMP Balikpapan Jadi Infrastruktur Energi Nasional Terintegrasi

“Kami telah bersepakat dengan Pak Simon Mantiri (Direktur Utama Pertamina) dan seluruh direksi dan komisaris Pertamina. Dengan RDMP ini, kita akan meningkatkan produksi RON 92, 95, dan 98. Itu supaya tidak kita impor (bensin) lagi,” kata Bahlil di Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Lebih lanjut Bahlil menyampaikan, jika nanti Indonesia sudah tidak melakukan impor bensin karena kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi lewat produksi sendiri, maka badan usaha (BU) swasta penyalur BBM, seperti Shell, Vivo, hingga BP-AKR diwajibkan membeli bensin dari Pertamina.

Kilang Balikpapan milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). (Dok Pertamina)
Source: Dok Pertamina

“Supaya badan-badan usaha swasta ini beli produksi dalam negeri lewat Pertamina. Ini perintah konstitusi, perintah Pasal 33 adalah cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara dan oleh karena itu negara harus menyiapkan,” ucap Bahlil.

Bahlil mengatakan, kehadiran RDMP Balikpapan tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahan dari semula 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari. Namun, RDMP Balikpapan juga bakal meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

Baca Juga

Resmikan RDMP Balikpapan, Presiden Prabowo Yakin Wujudkan Swasembada Energi

“Ini kualitasnya sangat bagus sekali dari Euro 2 ke Euro 5. Ini standarnya sudah internasional. Di atas internasional itu standar apa lagi? Sudah tidak ada lah kira-kira ya. Jadi enggak ada lagi perdebatan tentang kualitas karena ini sudah sangat baik sekali,” tegas Bahlil.

Selain itu, Bahlil menargetkan agar pada 2027 Indonesia berhenti melakukan impor avtur. Sebab, RDMP ini menghasilkan berbagai produk, seperti solar, bensin, avtur, LPG, hingga produk petrokemikal seperti propylene untuk plastik. “Jadi avtur juga 2027 insyaallah tidak lagi kita melakukan impor. Ke depan kita akan dorong atas perintah bapak presiden, kita hanya mengimpor crude-nya saja,” tutur Bahlil.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024