Bagikan

Arsari Tambang Akan Bangun Pusat Riset Timah di Bangka Belitung

Poin Penting

Arsari Tambang akan membangun Tin Research Center di Bangka Belitung untuk mendukung hilirisasi timah melalui pengembangan riset, teknologi, dan industri manufaktur.
Pusat riset ini difokuskan pada pengembangan solder paste, produk bernilai tambah tinggi yang digunakan dalam industri semikonduktor global seperti Nvidia dan Intel.
Arsari Tambang juga menargetkan penguatan R&D dan kekayaan intelektual nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi penambang timah, tetapi juga pemain industri teknologi bernilai tinggi.

JAKARTA, investortrust.id - CEO PT Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo mengungkapkan rencana pembangunan Tin Research Center atau pusat studi timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebagai bagian dari pengembangan hilirisasi industri timah di Indonesia.

Ia menegaskan, hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pertambangan, tetapi juga pengembangan industri manufaktur dan teknologi.

“Ya, hilirisasi artinya kita bukan hanya bicara tambang. Kita sekarang bicara industri manufaktur. Kita bicara industri,” kata Aryo usai ajang MetConnex 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Selasa (12/5/2026).

Aryo menjelaskan, salah satu produk bernilai tambah tinggi di industri timah adalah solder paste yang digunakan dalam industri semikonduktor global. “Nah, yang kita temukan salah satu added value paling besar di industri timah itu solder paste. Solder paste ini dipakai untuk semikonduktor yang dipakai oleh Nvidia, Intel, dan yang lain-lain,” jelas dia.

Ia juga menyampaikan, pengembangan produk tersebut membutuhkan investasi besar pada riset dan pengembangan (research and development/R&D), termasuk pengembangan teknologi solder paste.

“Nah, untuk kita bisa menyuplai industri semikonduktor ini, butuh investasi besar di riset solder paste dan lain-lain. Karena di Indonesia belum pernah dibangun ini, makanya Arsari Tambang berinisiatif bangun Tin Research Center atau pusat studi timah yang kita akan bangun di Bangka Belitung,” ungkap Aryo.

Baca Juga

Bangun Fiber Optik 86.000 KM, Arsari Group Yakin Indonesia Siap Ambil Peran Ekonomi Digital

Menurut dia, pembangunan pusat riset tersebut juga ditujukan untuk memperkuat pengembangan kekayaan intelektual dalam negeri. “Dan ini kontribusi kita bukan hanya untuk hilirisasi, tapi juga untuk investasi di R&D dan di kekayaan intelektual/intellectual property yang akan jadi milik putra-putri bangsa,” tutur Aryo.

Sebelumnya, Arsari Tambang melalui anak usahanya, PT Solder Tin Andalan Indonesia (Stania), melakukan groundbreaking pembangunan pabrik di Kawasan Industri Tunas Prima, Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam pada Mei 2023.

“Hari ini merupakan tahap awal, kami akan membangun fisik pabrik dengan nilai investasi sebesar Rp 100 miliar. Adapun keseluruhan kami akan menanamkan modal sebesar Rp 400 miliar,” ujar Komisaris Utama Arsari Tambang, Hashim Djojohadikusumo beberapa waktu lalu.

Ia pun menjelaskan, PT Stania akan memproduksi solder berbahan dasar timah dengan target awal sebanyak 2.000 ton per tahun dan omzet hingga Rp 1,2 triliun.

“Karena tujuannya adalah ekspor, kami yakin nanti kami akan kompetitif berkat dukungan dari Pemprov Kepri dan BP Batam dengan fasilitas yang baik dan tenaga kerja yang terampil,” pungkas Hashim.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024