Prabowo Janjikan Tenor KPR Buruh hingga 40 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menjanjikan para buruh Indonesia dapat ambil skema pembiayaan rumah dengan potensi tenor hingga 40 tahun.
Demikian disampaikan Kepala Negara saat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). “Cicilnya 20 tahun. Kalau tidak bisa (20 tahun) 25 tahun. Kalau belum lunas, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun,” kata Prabowo.
Baca Juga
Meski Digugat, Lahan KAI Tanah Abang Tetap Dibangun 1.000 Unit Rusun
Lebih lanjut, Prabowo juga membidik pembangunan 1 juta rumah susun (rusun) pada tahun ini yang akan tersebar di 10 kota baru, sebagai bagian dari program 3 juta rumah terjangkau sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja.
“Rumah susun 100.000 (unit), saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit dan yang paling penting harus ada transportasi, entah kereta api ringan atau bus. Supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik,” terang Prabowo.
Ia menambahkan, pembangunan rusun tersebut akan difokuskan pada klaster yang dekat dengan kawasan industri. “Rumah-rumah ini akan dibuat di klaster-klaster yang dekat dengan kawasan industri, dekat tempat pekerja. Saya sudah rencanakan kita akan bikin kota-kota baru,” ujar Prabowo.
Menurutnya, setiap kawasan rusun itu akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti sekolah, fasilitas olahraga, daycare, rumah sakit, serta transportasi umum. “Saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit dan yang paling penting harus ada transportasi,” ucap Presiden RI ke-8 itu.
Baca Juga
Astra (ASII) Bakal Bangun Rusun MBR di Tanah Abang Seluas 4,3 Hektare
Ia menyampaikan, pemerintah akan menekan beban bunga pinjaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui bank BUMN. “Saya sudah perintahkan bank-bank milik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5% satu tahun,” tutur Prabowo.
Selain itu, ia menilai program pembangunan 1 juta rusun per tahun berpotensi menciptakan lapangan kerja sekitar 5 juta orang. “Bayangkan, satu rumah butuh lima orang pekerja, berarti tiap tahun mungkin kita bisa ciptakan jutaan lapangan kerja,” tandas Prabowo.

