UMKM Topang Ekonomi Nasional, Wamenkomdigi Dorong Adaptasi Teknologi Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Strategi ini penting agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh di tengah ketidakpastian global.
Menurut Nezar, UMKM telah terbukti menjadi penopang ekonomi nasional dalam berbagai krisis selama hampir tiga dekade terakhir. Sektor ini juga berperan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
"UMKM merupakan salah satu sektor yang telah terbukti selama hampir 30 tahun terakhir mampu menahan berbagai guncangan yang terjadi," ujar Nezar dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).
Namun, tantangan yang dihadapi saat ini jauh lebih kompleks. Ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik menuntut pelaku UMKM untuk mengubah strategi bisnisnya.
"Situasi ini penuh dengan ketidakpastian dan sangat dinamis, termasuk dipengaruhi oleh kondisi geopolitik saat ini," katanya.
Mantan jurnalis senior itu pun mendorong pelaku usaha menerapkan strategi creative-tech fusion. Konsep ini menggabungkan kreativitas dengan pemanfaatan platform teknologi digital.
"Strategi yang dapat dilakukan adalah creative-tech fusion, yaitu menggabungkan kreativitas dengan platform teknologi," tegasnya.
Baca Juga
Wamenkomdigi Dorong UMKM Adaptasi Teknologi, Jadi Kunci Tahan Krisis Global
Nezar menjelaskan, pelaku UMKM harus mampu membangun merek, mengelola konten, dan memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Kemampuan tersebut menjadi kunci memenangkan persaingan di era digital.
Data dari Kemenkomdigi, Indonesia memiliki sekitar 64 juta UMKM. Namun, baru sekitar 40% yang telah masuk ke ekosistem digital.
Di sisi lain, penetrasi internet nasional telah mencapai lebih dari 80% populasi atau sekitar 231 juta penduduk. Kondisi ini membuka peluang besar bagi percepatan transformasi digital UMKM.
"Kita tidak lagi berbicara soal konektivitas, melainkan meaningful connectivity," ujar Nezar.
Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah menghadirkan program UMKM Go Digital. Program ini mencakup pelatihan digital marketing hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Pelaku UMKM dapat mempelajari digital marketing serta adopsi teknologi AI untuk mengoptimalkan bisnis," tutupnya.

