Lanskap Layanan Jasa Keuangan Berubah Total, 70% Pekerjaan Kantoran Akan Tergantikan AI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan mengubah cara fundamental lanskap layanan jasa keuangan, mulai dari perencanaan keuangan individu hingga pengelolaan investasi dan operasional lembaga keuangan. Bahkan, sekitar 70% pekerjaan kantoran pada 20230 akan tergantikan oleh AI.
Founder & Former Chairman Financial Planners Association Indonesia (FPAI) yang juga Founder Solusi Edukasi Asia (SEO), S Budisuharto mengungkapkan, perubahan ini bukan lagi sekadar potensi, melainkan keniscayaan yang akan terjadi dalam waktu dekat.
“Dalam waktu lima tahun lagi, sampai 2030, Indonesia baru akan terasa. Pekerjaan kantoran 60-70% atau dua pertiga akan tergantikan oleh AI,” ujar Budisuharto dalam Webinar IFEC bertajuk Peran AI dalam Kehidupan (Keuangan) Sehari-hari,” Jumat malam (25/4/2025).
Baca Juga
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Jaga Data Pribadi
Menurut Budisuharto, AI tak hanya akan menggantikan fungsi operasional, tapi juga meningkatkan efisiensi dalam seluruh rantai nilai layanan keuangan. Pencatatan keuangan, analisis arus kas, hingga pengambilan keputusan investasi akan semakin terdigitalisasi dan otomatis.
Dalam konteks perencanaan keuangan, menurut dia, AI mampu membantu individu menjaga kondisi keuangan tetap sehat, terutama dalam memastikan adanya surplus antara pendapatan dan pengeluaran.
“AI bisa memonitor pengeluaran harian, memberikan peringatan jika terjadi pemborosan, bahkan mendeteksi potensi fraud sebelum bank menyadarinya. Hal itu membuat pengelolaan keuangan menjadi jauh lebih tepat,” papar dia.
Budisuharto menilai peran AI dalam investasi juga akan semakin dominan. Kehadiran robo-advisor dan sistem investasi berbasis algoritma memungkinkan pengelolaan portofolio dilakukan secara otomatis dengan biaya yang jauh lebih rendah.
“Nantinya bakal ada reksa dana yang akan bisa memilih itu dengan fee yang almost zero,” tutur dia.
Tak hanya itu, kata Budisuharto, sekitar 70% pekerjaan kantoran pada 20230 akan tergantikan oleh AI. Kecerdasan buatan juga akan memperkuat sistem manajemen risiko dan kepatuhan, termasuk dalam deteksi penipuan, underwriting asuransi, hingga pelaporan pajak otomatis.
Baca Juga
Adopsi AI Tembus 92%, Pemerintah Jadikan Kecerdasan Buatan Pilar Produktivitas Nasional
“Sistem ini mampu meningkatkan transparansi sekaligus menekan kesalahan manusia,” ujar dia.
Meski begitu, Budisuharto mengingatkan bahwa transformasi ini juga membawa konsekuensi besar bagi tenaga kerja di sektor jasa keuangan. Kemampuan menggunakan AI akan menjadi kompetensi dasar yang tidak bisa ditawar.
Di lain sisi, ia melihat AI juga membuka peluang baru, terutama dalam menciptakan sumber pendapatan berbasis aset digital dan sistem otomatis. Konsep systemized asset hingga virtual asset akan menjadi bagian penting dalam ekosistem keuangan masa depan.

