Meski 5G Belum Merata, Kemenkominfo Mulai Persiapkan Pengembangan 6G
JAKARTA, investortrust.id - Walaupun penetrasi jaringan 5G belum merata, pemerintah sudah bersiap dengan hadirnya jaringan 6G yang akan didukung oleh sejumlah teknologi baru, termasuk satelit orbit rendah (low earth orbit/LEO), seperti Starlink dari SpaceX.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membahas bagaimana implementasi teknologi tersebut dalam konferensi The 10th Asia Pacific Spectrum Management Conference (APSMC) 2024 yang digelar di Jakarta Pusat, mulai 22-24 April 2024. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait industri telekomunikasi dari kawasan Asia dan Pasifik.
Baca Juga
Kinerja Keuangan Telkom (TLKM) Kuartal I-2024 Sesuai Estimasi, Begini Target Sahamnya
Menurut Menkominfo Budi Arie Setiadi, ASPMC 2024 melibatkan praktisi industri telekomunikasi yang meliputi penyedia teknologi nirkabel baru, konsultan, regulator, dan operator berpartisipasi. Mereka akan berbagi praktik terbaik dalam manajemen spektrum frekuensi 6G dan satelit baru.
Seluruh pihak yang terlibat berdiskusi untuk untuk membentuk masa depan kebijakan dan regulasi spektrum frekuensi radio dan mempersiapkan strategi kebijakan untuk World Radio-Communication Conference (WRC) 2027.
"Acara ini memberikan kesempatan unik bagi para regulator dari seluruh wilayah bukan hanya untuk mendiskusikan tetapi juga untuk membentuk masa depan kebijakan dan regulasi spektrum," ungkapnya saat membuka The 10th APAC Spectrum Management Conference (APSMC) 2024 di Jakarta Pusat, Selasa (23/04/2024).
Budi Arie menilai keberadaan regulasi yang komprehensif memiliki arti penting seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi yang makin berkembang.
Baca Juga
Permintaan Jaringan 5G Rendah, Kemenkominfo Beberkan Penyebabnya
Menurutnya, Forum APSMC 2024 merupakan kesempatan berkolaborasi dan berbagi wawasan, untuk meletakkan fondasi agar di masa depan teknologi dapat diakses oleh semua orang, meningkatkan kehidupan, dan memberdayakan masyarakat di seluruh dunia.
"Agenda komprehensif kami meliputi, persiapan konvergensi jaringan satelit dan terestrial, landasan untuk 6G, dan teknologi maju seperti WiFi-6E dan WiFi-7, Highthroughput Satellite NGSO-GSO, dan komunikasi langsung-ke-perangkat," ungkapnya.
Budi Arie menyatakan Pemerintah Indonesia memiliki kebutuhan dalam pengembangan kebijakan yang berkaitan dengan Perizinan, Lelang, dan Penetapan Harga Spektrum Frekuensi Radio.
"Dalam konferensi ini, agenda prioritas Indonesia adalah bertukar pandangan dan mendiskusikan berbagai tantangan dan pengalaman dalam Manajemen Spektrum," ujarnya.
Baca Juga
Starlink Siap Layani Indonesia, Begini Respons dan Harapan Telkomsel
Budi Arie juga berharap pelaksanaan APSMC 2024 menjadi katalisator untuk inovasi menuju manajemen spektrum yang lebih baik baik. Terutama dengan kehadiran teknologi terbaru seperti IMT-2030 (6G), dan teknologi satelit baru.
"Diskusi mengenai kedua teknologi ini perlu diprioritaskan karena merupakan hasil dari WRC 2023 dan merupakan salah satu isu utama yang akan dibahas pada WRC 2027," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (SDPPI) Ismail mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi di Indonesia melalui manajemen spektrum frekuensi yang lebih baik.
"Buat kita yang penting itu adalah bagaimana spektrum frekuensi ini bisa men-support untuk peningkatan kualitas layanan karena kita tahu negara kita sudah agak sedikit tertinggal kualitas layanannya dibandingkan negara lain di dunia bahkan di Asia Tenggara," katanya
Ismail mengungkapkan spektrum frekuensi radio merupakan sumberdaya penting bagi operator seluler untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan. Oleh karena itu perlu ketersediaan spektrum frekuensi yang memadai untuk penyelenggaraan mobile broadband.
Baca Juga
Kemenkominfo Siapkan Sanksi bagi ISP yang Menjual Layanan ke RT RW Net
"Kita mengusung tema itu untuk didiskusikan agar ada spektrum-spektrum baru yang dipersiapkan untuk mobile broadband ini," ujarnya.
Direktur Penataan Sumber Daya Ditjen SDPPI Kemenkominfo Denny Setiawan mengharapkan melalui konferensi ini, Indonesia bisa belajar tentang berbagai teknologi telekomunikasi baru dan bagaimana cara meregulasinya.
"Ada teknologi yang langsung handphone dari satelit misalnya, ini juga kita harus lihat apakah itu ancaman atau peluang, bagaimana kita melihat itu dari sisi kompetisinya, bagaimana dari manfaatnya, sehingga ketika teknologi itu datang, kita sudah siap," jelasnya.

