Jokowi Ingin Indonesia Jadi Negara Cepat
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan Indonesia menjadi negara cepat untuk memenangkan kompetisi antarnegara. Tidak hanya cepat dalam pelayanan publik, tetapi juga cepat dalam mobilitas barang dan orang.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutan pembukaan Rakernas XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Jakarta, Rabu (10/7/2024).
"Kita ingin menjadi negara yang cepat itu, dalam pelayanan publik, dalam mobilitas barang dan orang. Kita inginkan itu," kata Jokowi.
Baca Juga
Jokowi Minta Persoalan 3,3 Juta Hektare Lahan Sawit Ilegal Selesai dalam Sebulan
Menurut Jokowi, dalam persaingan antarnegara saat ini bukan lagi negara besar mengalahkan negara kecil. Dikatakan, saat ini, negara cepat yang akan mengalahkan negara lambat.
"Ke depan, dalam kompetisi antarnegara itu, bukan negara besar dan negara yang kecil, sekali lagi ini saya ulang-ulang, tetapi negara cepat yang akan mengalahkan negara lambat," tegasnya.
Jokowi mengakui lima tahun terakhir merupakan periode yang sulit dan tidak mudah. Banyak tantangan dan hambatan, mulai dari pandemi Covid-19, situasi geopolitik yang memanas, perang di Ukraina dan Palestina yang menyebabkan harga minyak dan pangan naik dan turun, hingga gelombang panas akibat El Nino dan El Nina. Berbagai situasi itu menyebabkan krisis kesehatan, ekonomi, keuangan, dan kemanusiaan.
Meski demikian, Jokowi bersyukur Indonesia mampu bertahan dari berbagai tantangan yang ada. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% pada kuartal pertama 2024 dan inflasi Indonesia terjaga pada angka 2,5%. Jokowi mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih baik dibandingkan negara-negara lain. Hal ini, menurut Kepala Negara, salah satunya karena kerja keras para bupati yang rutin menggelar rapat dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk menjaga inflasi.
"Coba lihat sekarang Argentina inflasinya berapa, bapak-ibu cek saja, Turki inflasinya berapa, bapak ibu cek. Mengerikan sekali angkanya," katanya.
Bahkan, kata Jokowi, di masa yang sangat sulit ini, Indonesia mampu memperbaiki daya saing. Bahkan, daya saing Indonesia menempati peringkat ke-27 di dunia berdasarkan World Competitiveness Ranking. Indonesia naik tujuh peringkat dari 2023 yang berada di peringkat ke-34.
"World Competitiveness Ranking kita naik di angka 27 di antara negara-negara yang lain dan ini menjadi kenaikan yang tertinggi dibandingkan negara-negara yang lain," ungkapnya.
Baca Juga
Terima Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar, Jokowi Tekankan Perdamaian dan Toleransi
Jokowi mengatakan, periode yang sulit lima tahun terakhir membuat Indonesia semakin matang, dewasa, dan pintar dalam mengelola keuangan, kebijakan, dan anggaran baik di tingkat pusat maupun daerah. Namun, Jokowi mengingatkan tantangan ke depan makin rumit dan kompleks. Untuk itu, Jokowi meminta para bupati dan kepala daerah makin adaptif dan inovatif dalam memajukan daerah yang dipimpinnya. Para bupati juga diminta Jokowi untuk terus menjaga inflasi di daerah.
"Sekali lagi persaingan antarnegara sekarang ini semakin ketat, saya titip potensi-potensi yang ada di daerah harus dikembangkan, baik dari sisi finance, dari sisi pangan, dari sisi energi, dari sisi industrinya, teknologinya, kalau daerah-daerah yang pemandangannya bagus, dari sisi turismenya. Semuanya harus dikembangkan," katanya.
