Komisi I DPR Nilai Upaya Pemerintah Deeskalasi Konflik Timur Tengah Sudah Tepat
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani menilai upaya diplomasi dan deeskalasi atau penurunan konflik di Timur Tengah yang dilakukan pemerintah sudah tepat. Langkah Indonesia yang mendorong semua pihak menahan diri menunjukkan kepedulian atas konflik dan ancaman yang tengah terjadi.
Hal itu disampaikan Christina kepada Investortrust.id, Jumat (19/4/2024) menyikapi serangan balasan yang dilancarkan Israel ke wilayah Iran pada Kamis (18/4/2024) malam waktu setempat atau Jumat (19/4/2024) pagi WIB.
"Upaya diplomasi serta deeskalasi yang dilakukan pemerintah saat ini sudah tepat. Dorongan agar para pihak menahan diri yang disampaikan Indonesia secara langsung maupun melalui organisasi internasional menunjukkan kepedulian dan keprihatinan kita atas konflik serta ancaman yang tengah terjadi," kata Christina.
Baca Juga
BEI: Seluruh Bursa Asia Terkoreksi Dalam Akibat Kabar Israel-Iran, Penurunan IHSG Bukan Terparah!
Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menekankan Indonesia tidak pernah menyetujui cara-cara kekerasan sebagai solusi menyelesaikan masalah. Indonesia, katanya, senantiasa mengupayakan perdamaian sebagai jalan keluar.
"Ke depan, penyelesaian konflik dengan melibatkan peran penengah juga perlu untuk diupayakan. PBB sudah menyampaikan bahwa dunia tidak mampu menanggung lebih banyak perang. Imbas perang Ukraina dan Rusia serta situasi konflik di Gaza masih terus membayangi dunia internasional," katanya.
Christina menyatakan, semua pihak menyadari tidak akan ada yang akan diuntungkan dengan situasi di Timur Tengah yang memanas. Untuk itu, penting untuk terus mendorong pengendalian diri para pihak yang bersitegang.
Baca Juga
Selain upaya diplomasi, Christina melihat pemerintah juga tengah menyiapkan langkah kombinasi terukur untuk merespon dampak ekonomi akibat konflik. Menurutnya, langkah tersebut tidak kalah penting mengingat kenaikan harga minyak akan membawa konsekuensi pada melonjaknya subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak serta LPG.
Diberitakan, Israel meluncurkan rudal ke arah Iran pada Kamis (18/4/2024) malam waktu setempat atau Jumat (19/4/2024) pagi WIB, sebuah serangan balasan pertama setelah serangan rudal dan drone Iran ke Israel akhir pekan lalu,

