Emas Terhempas di Tengah Harapan Deeskalasi Konflik AS-Iran
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas dunia berada dalam tren pelemahan seiring meredanya ketegangan geopolitik antara Donald Trump dan Iran.
Pada perdagangan Senin (23/3/2026), emas sempat anjlok lebih dari 5% ke level US$4.262,50 per ons sebelum akhirnya pulih ke kisaran US$4.431,09. Sementara itu, kontrak berjangka emas ditutup melemah 0,7% di US$4.574, setelah sebelumnya sempat jatuh hampir 10%.
Baca Juga
Emas Anjlok Hampir 10% dalam Sepekan, Sinyal Koreksi atau Peluang Akumulasi?
Pelemahan ini terjadi setelah Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran menyusul “pembicaraan yang baik dan produktif” antara kedua negara. Sinyal deeskalasi ini langsung meredakan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.
Dalam sepekan terakhir, emas mencatat penurunan hampir 10%—kinerja terburuk sejak 2011. Bahkan sejak mencapai rekor US$5.594,92 per ons pada akhir Januari, harga emas telah terkoreksi sekitar 25%.
Di sisi lain, perak justru menunjukkan penguatan, naik 3,3% ke US$69,97 setelah sebelumnya menyentuh level terendah tahun ini.
Fenomena ini mencerminkan perubahan besar dalam sentimen pasar global. Ketika konflik Iran sebelumnya memicu lonjakan harga energi dan kekhawatiran inflasi, kini prospek suku bunga yang lebih tinggi mulai mengalihkan dana investor ke obligasi pemerintah, meninggalkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Analis juga melihat adanya indikasi bank sentral dan negara-negara Teluk mulai mencairkan cadangan emas mereka, beralih dari akumulasi menuju strategi perlindungan modal.
Nic Puckrin menyebut kondisi ini sebagai akhir dari reli panjang emas. “Kita melihat pelarian besar ke aset aman, tetapi justru di situlah reli berakhir. Perdagangan berbasis momentum yang terlalu padat mulai runtuh,” ujarnya, seperti dikutip CNBC.
Menurutnya, tekanan tambahan datang dari dinamika geopolitik terbaru, termasuk ultimatum AS terkait pembukaan Selat Hormuz serta ancaman Iran terhadap pembeli obligasi AS.
Baca Juga
Gejolak Timur Tengah Bayangi Harga Emas Dunia dan Logam Mulia, Ini Prediksi Pengamat
Dengan faktor-faktor tersebut, harga emas berpotensi menghadapi batas alami kenaikan dalam jangka menengah.

