Wall Street Menguat, Harapan Deeskalasi Konflik Timur Tengah Dorong Sentimen Pasar
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) menguat pada Senin waktu AS atau Selasa (7/4/2026) WIB. Indeks S&P 500 naik 0,44% ke level 6.611,83. Sementara itu, Nasdaq Composite menguat 0,54% ke 21.996,34, dan Dow Jones Industrial Average naik 165,21 poin atau 0,36% ke 46.669,88.
Indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan untuk hari keempat berturut-turut, di tengah harapan bahwa konflik antara AS dan Iran dapat segera mereda. Sentimen positif dipicu oleh laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran tengah membahas kemungkinan gencatan senjata, yang berpotensi menjadi jalan menuju perdamaian permanen.
Baca Juga
Saham Berjangka AS Melemah, Investor Cermati Perkembangan Perang Iran
Axios melaporkan bahwa AS, Iran, dan sekelompok mediator regional sedang membahas persyaratan untuk potensi gencatan senjata 45 hari yang dapat mengarah pada pengakhiran permanen perang, meskipun peluang untuk mencapai kesepakatan parsial sebelum batas waktu hari Selasa sangat kecil. Tentu saja, gencatan senjata 45 hari hanyalah salah satu dari banyak ide yang sedang dipertimbangkan.
Reuters juga melaporkan bahwa Iran dan AS telah menerima rencana untuk mengakhiri permusuhan yang, jika disetujui, akan menghasilkan gencatan senjata segera dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Kerangka kerja tersebut, yang dapat mulai berlaku pada hari Senin, disusun oleh Pakistan, kata sebuah sumber anonim kepada Reuters.
Meski demikian, Presiden Donald Trump kembali menegaskan ancaman bahwa AS akan menghancurkan infrastruktur Iran jika jalur tersebut tidak dibuka sesuai tenggat.
Trump juga mengungkapkan keinginannya untuk menguasai minyak Iran, meskipun ia menegaskan tidak ingin memperluas konflik lebih jauh.
Di pasar energi, harga minyak bergerak ‘volatile’ di awal pekan, mencerminkan ketidakpastian arah konflik.
Baca Juga
Iran Belum Buka Selat Hormuz meski Diancam Trump, Harga Minyak Naik
Indeks volatilitas CBOE Volatility Index (VIX) tetap tinggi di atas level 24, menunjukkan kekhawatiran investor masih belum mereda.
“Pasar mungkin meremehkan besarnya gangguan terhadap ekonomi global,” ujar Michael Rosen, CIO Angeles Investments, seperti dikutip CNBC. Ia menilai harga energi berpotensi bertahan tinggi lebih lama dari ekspektasi pasar.
Baca Juga
Wall Street Melesat Didorong Harapan Akhir Perang Iran, Dow Terbang Lebih 1.100 Poin

