Pramono: Pemprov DKI Tanggung Pengobatan Korban Luka Longsor Bantargebang
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menanggung biaya pengobatan korban luka-luka akibat insiden longsoran sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Hal itu disampaikan Pramono Anung Wibowo di Balai Kota, Senin (9/3/2026)
“Biaya pengobatan bagi yang luka-luka sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta,” kata Pramono Anung dikutip dari Antara.
Baca Juga
Pemprov Jakarta Tutup Sementara TPST Bantargebang Imbas Longsor Maut
Tak hanya itu, Pramono juga memastikan agar korban meninggal dari Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Dinas Lingkungan Hidup akan mendapatkan santunan BPJS Ketenagakerjaan.
Hingga kini, tercatat empat orang meninggal dunia akibat longsor di Bantargebang. Keempat korban meninggal dunia itu terdiri dari dua orang sopir, seorang pedagang berusia 60 tahun berjenis kelamin perempuan, dan seorang pemulung berjenis kelamin perempuan.
“Jadi dua laki, dua perempuan. Tempat ibu jualan itu sebenarnya agak berjarak dengan sampahnya. Tetapi karena longsor, akhirnya terkena ibu tersebut. Tentunya Pemerintah DKI Jakarta sungguh berduka untuk ini,” jelas Pramono.
Berikut data korban longsor di TPST Bantargebang:
Data korban selamat
1. Setiabudi (L)
2. Johan (L)
Data korban meninggal dunia
1. Enda Widayanti (P, 25) (pemilik warung)
2. Sumine (P, 60) (pemilik warung)
3. Dedi Sutrisno (L) (sopir truk)
4. Irwan Suprihatin (L) (sopir truk).
Dalam kesempatan ini, Pramono Anung mengatakan longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, akibat curah hujan ekstrem.
“Kemarin itu (curah hujannya) 264 milimeter per hari. Itu termasuk salah satu curah hujan yang tinggi di Jakarta,” katanya.
Dengan tingginya curah hujan tersebut, air pun masuk ke dalam gunungan sampah di Bantargebang. Akhirnya, kondisi sampah yang licin menyebabkan longsor di zona 4A sekitar pukul 14.30 WIB. Kejadian itu, lanjut Pramono, menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah.
Baca Juga
Setelah meninjau kondisi di Bantargebang pada pagi tadi, Pramono pun segera meminta agar situasi di tempat tersebut segera dinormalkan kembali.
“Terutama Sungai Ciketing-nya, agar segera bisa normal kembali. Tempat itu begitu tertutup maka jalannya juga tertutup, di lapangan kelihatan sekali. Dan untuk itu segera akan dinormalkan kembali,” ujar Pramono.
Pramono memaparkan, penanganan dilakukan oleh tim gabungan lintas instansi dengan melibatkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Polda Metro Jaya, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan Kota Bekasi, Pemadam Kebakaran (Damkar). Selain itu, aparat di wilayah setempat dengan dukungan 19 ekskavator alat berat dan tujuh unit ambulans yang dioperasikan pada saat proses evakuasi.

