LP3ES Luncurkan Buku ‘Orde yang Tak Pernah Pergi’
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) kembali merilis refleksi tahunan mengenai kondisi politik nasional. Kali ini, LP3ES meluncurkan buku berjudul 'Orde yang Tidak Pernah Pergi: Refleksi Demokrasi 2025, Outlook 2026'.
Direktur Media dan Demokrasi LP3ES, Wijayanto menjelaskan, buku yang dirilis kali ini merupakan kelanjutan tradisi intelektual lembaga tersebut.
"Jadi, judul buku kita kali ini adalah 'Orde yang Tidak Pernah Pergi: Refleksi Demokrasi 2025, Outlook 2026'," ujar Wijayanto dalam diskusi Forum Juara bertema “Refleksi 2025 dan Outlook 2026: Orde yang Tak Pernah Pergi” di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Baca Juga
Ilham Habibie Tekankan Keterbukaan Jadi Kunci Wujudkan Demokrasi
Menurut Wijayanto, pemilihan judul tersebut bukan tanpa alasan yang kuat. Melalui judul buku tersebut, LP3ES ingin menegaskan bahwa pola-pola kekuasaan masa lalu masih kental terasa.
"Di dalam buku ini, kami melanjutkan refleksi tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kita bicara tentang senja kala demokrasi, akhir reformasi politik gitu, nah tahun ini kami sampaikan bahwa ternyata Orde Baru tidak pernah pergi," tegas dia.
Salah satu indikator utama otoritarianisme, kata Wijayanto, adalah penguatan peran aparat dalam ranah sipil. Ia menyodorkan data keterlibatan personel militer dalam struktur pemerintahan sipil serta penguatan institusi Polri yang berpotensi mengancam ruang gerak aktivis dan masyarakat sipil.
Baca Juga
Wijayanto juga menyoroti pergeseran arah kebijakan luar negeri dan kepatuhan terhadap konstitusi yang mulai goyah. Misalnya alinea pertama UUD 45 yang berbunyi 'penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan'.
“Tapi kita justru bergabung pada Board of Peace, kemudian Board of Peace yang tokoh utamanya Amerika Serikat (AS) dan Israel ini menyerang Iran,” tutur Wijayanto.

