Usulan Pembatasan Pemudik Motor, Dirjen Hubdat Dorong Mudik Gratis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, Irjen Pol. (Purn) Aan Suhanan menanggapi dorongan terkait pembatasan hingga larangan penggunaan sepeda motor untuk mudik menyusul tingginya angka kecelakaan. Pemerintah memilih pendekatan preventif melalui penyediaan mudik gratis dan pengawasan kesehatan di jalur mudik.
"Ya, jadi seperti tadi saya sampaikan, motor ini sangat potensial ya terlibat dalam kecelakaan. Tadi data dari Pak Huda juga 70 sekian persen, 75% itu terlibat sepeda motor. Dan pemerintah sudah melakukan upaya-upaya," kata Aan Suhanan di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (5/3/2026).
Aan mengatakan, langkah yang diambil pemerintah adalah mengurangi volume pemudik motor dengan menyediakan fasilitas pengangkutan kendaraan melalui moda transportasi lain.
"Yang pertama tentu kita menyiapkan mudik gratis motor, baik itu melalui kereta api, kemudian bus juga dengan sepeda motornya. Ini sebagai upaya kita untuk mengurangi para calon pemudik ini menggunakan angkutan sepeda motor," ucap Aan.
Baca Juga
Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil Genap Jalan Tol saat Mudik Lebaran 2026
Ia juga menambahkan bahwa pihak BUMN dan swasta turut berperan aktif dalam penyediaan program serupa. Pihak Kemenhub secara konsisten memberikan edukasi agar masyarakat menghindari perjalanan jarak jauh menggunakan roda dua.
"Kita juga terus menghimbau ya kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik atau perjalanan jauh dengan menggunakan sepeda motor, karena itu sangat potensial terjadi kecelakaan," ujarnya.
Selain upaya pengalihan moda, Aan Suhanan menjelaskan adanya kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan skrining fisik bagi pemudik motor yang tetap nekat turun ke jalan. Petugas di rest area akan memiliki kewenangan untuk menghentikan perjalanan pemudik yang dinilai tidak layak secara medis.
"Nanti ada level-levelnya dari kesehatan; ini harus istirahat dulu, ini tidak boleh melakukan perjalanan lagi, ini harus diobati, itu sudah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan," tegasnya.
Terkait pengaturan di jalur arteri di mana motor akan bercampur dengan kendaraan roda empat, Dirjen Hubdat menyerahkan teknis pengaturan sepenuhnya kepada penilaian kepolisian di lapangan.
"Betul, tentu nanti dari teman-teman kepolisian itu akan menilai ya volume kendaraan lalu lintas di penggal-penggal tersebut. Kalau di arteri berarti masih tentatif ya, nanti sesuai dengan penilaian dari kepolisian. Harus contraflow, harus one way mungkin untuk sepeda motor dan sebagainya, atau dialihkan ke alternatif, itu semua tergantung dari situasi yang ada di lapangan," kata dia.

