Bagikan

Purbaya Bakal Rombak 'Line Up' Dirjen-nya, Dirjen Anggaran dan Dirjen Strategi Ekonomi Fiskal Diganti?

Poin Penting

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tanggapi dingin kabar pergantian Dirjen Anggaran dan Dirjen SEF.
Purbaya resmi melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama baru di lingkungan Kemenkeu.
Menkeu tekankan tiga instruksi utama: disiplin fiskal, manajemen kas, dan stabilitas negara.

JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dikabarkan bakal mengganti dua posisi penting di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Beredar kabar Purbaya disebut-sebut akan mengganti Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran, Luky Alfirman dan Dirjen Strategi Ekonomi Fiskal (SEF) Febrio Kacaribu.

Investortrust.id mencoba mengonfirmasi langsung kabar ini ke Menkeu, setelah ia rampung menjadi pembicara kunci di acara PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) di Ayana Midplaza, Jakarta. Namun Purbaya tak menjawab pertanyaan soal rencana pergantian Luki dan Febrio. Purbaya hanya melontarkan senyum.

Perombakan yang dilakukan Purbaya di tubuh Kemenkeu terus berlanjut.

Baca Juga

Pemerintah Bakal Pungut Pajak Jalan Tol, Purbaya: Saya Akan Cek

Terakhir, Purbaya melantik lima orang pejabat pimpinan tinggi pratama di Kemenkeu pada Selasa (21/4/2026). Lima orang yang dilantik yaitu Rofii Edy Purnomo sebagai Kepala Biro Advokasi, Ihda Muktiyanto sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan (Pushaka), Ferry Ardiyanto sebagai Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi, Sugeng Apriyanto sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kalimantan Timur dan Utara, dan Suska sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya.

Dalam arahannya, Purbaya meyakini bahwa Indonesia memiliki fondasi perekonomian yang kuat, sehingga optimisme masyarakat perlu terus dijaga. Oleh karena itu, ia berpesan agar para pejabat yang dilantik dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tekanan di tengah tantangan ketidakpastian global.

“Saya minta tiga hal, yang pertama disiplin fiskal. Angka defisit ini bukan sekedar target, itu (adalah) sinyal ke dunia (apakah) kita serius atau tidak. Kedua, kita harus melakukan cash management dengan rapi. Kemenkeu itu bukan bendahara, bukan tukang catat, kita ini pejabat stabilitas keuangan negara. Ketiga, memastikan stabilitas,” kata Purbaya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Bendahara Negara kembali mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan menjadi pemimpin yang dapat memberikan teladan baik untuk memastikan Kemenkeu tetap berada di jalur yang benar.

“Di Kemenkeu tidak ada ruang abu-abu; benar ya benar, salah ya salah. Kalau Anda mulai kompromi sedikit, efeknya bisa berantai. Sekali lagi, kita harus kerja lebih keras dengan mempertahankan integritas. Anda harus bisa jadi pemimpin yang dapat dicontoh, punya leadership yang kuat dan memastikan organisasi tetap lurus,” tutupnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024