Ini Panilaian Pakar terhadap Program Digital dan TI yang Diusung Capres-Cawapres
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom Harryadin Mahardika mengungkapkan 3 hal yang perlu digarisbawahi dalam permasalahan digital dan teknologi informasi (TI) yaitu masalah sumber daya manusia (SDM), badan hukum, serta keamanan data dan penyimpanan data.
Dari tiga pasang kontestan dalam Pilpres 2024, Harryadin menilai program kerja pasangan calon presiden-calon wakil presidennomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang mendekati inti permasalahan tersebut.
“Nah, paslon yang paling mendekati dari sisi program kerjanya untuk bisa mengatasi atau bisa menjawab tantangan dan permasalahan ini menurut saya paslon 2. Kemudian ranking 2-nya itu paslon 1 (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) dan kemudian paslon 3 (Ganjar Pranowo-Mahfud MD),” kata Harryadin dalam rekaman Whatsapp yang diterima investortrust.id, Sabtu (3/2/2024).
Baca Juga
Pakar Ini Ungkap 3 Permasalahan Digital dan Teknologi Informasi di Indonesia
Dia menyoroti program hilirisasi digital yang diusung oleh paslon nomor urut 2. “Jadi, Prabowo-Gibran itu mengusung konsep hilirisasi digital, yang mana menurut saya harusnya bisa menjawab ketiga permasalahan tersebut, karena kalau bicara hilirisasi artinya ada hal-hal yang dilakukan di dalam negeri, diproteksi di dalam negeri,” imbuh Harryadin.
Menurut dia, harusnya hilirisasi digital ini bisa menjawab permasalahan-permasalahan yang disebutkan tadi. Sebab, presiden yang terpilih akan memaksa perusahaan-perusahaan digital dan startup-startup baru untuk menggunakan sumber daya manusia lokal, menyimpan datanya di dalam negeri, men-secure datanya sesuai dengan hukum di Indonesia, transaksinya di dalam negeri, pelaporan pajaknya di dalam negeri, dan badan hukumnya juga didaftarkan di dalam negeri harusnya begitu.
“Sementara untuk paslon 1 dan 3, banyak program kerjanya di bidang TI ini, tapi menurut saya tidak benar-benar menjawab inti ataupun core permasalahan tadi,” tutup Harryadin.
Baca Juga
Hati-Hati! 70% Transformasi Digital Perusahaan Berujung Kegagalan
