CSIS Sebut Ada Hidden Gem dalam Perjanjian Tarif RI-AS, Apa Itu?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (SCIS), Riandy Laksono menyebut terdapat beberapa permata yang tersembunyi atau hidden gem dalam agreement on reciprocal trade atau ART.
“Manfaat utama dari ART ini sebenarnya ada pada kesempatan melakukan reformasi struktural yang selama ini sudah lama nggak kita lakukan, yang sulit dilakukan atas keinginan diri sendiri,” kata Riandy, saat diskusi Perjanjian Perdagangan Resiprokal: Karpet Merah atau Jebakan Perdagangan?, yang dipantau daring, Jumat (27/2/2026).
Salah satu perubahan yang dilakukan dalam ART ini yaitu pemerintah Indonesia diharuskan memberikan izin impor yang lebih terbuka dan otomatis. Kondisi ini akan mengubah neraca komoditas dan larangan terbatas (lartas).
“Di perjanjian ini, semua diharapkan untuk di-abolish at least untuk AS,” kata dia.
Selain itu, dalam perjanjian ART juga terdapat permintan dari AS untuk mengurangi TKDN dan hambatan investasi restriktif yang ada.
“Ini adalah PR yang sudah lama kita ingin lakukan karena arguably ketika kita menerapkan rezim perdagangan yang lebih restriktif, rezim investasi yang lebih restriktif, investasinya justru nggak masuk karena mereka butuh bahan baku untuk ekspor dan sebagainnya,” kata dia.
Baca Juga
Riandy juga menyoroti peran standar halal yang menuai perdebatan warganet dua negara. Menurutnya, standar halal tidak menghilang melainkan standar halal AS dapat diterima di Indonesia dan sebaliknya.
Selain topik perdagangan, ART juga mendukung perlindungan untuk kelompok tenaga kerja dan buruh. ART mengamanatkan bahwa outsourcing harus dibatasi.
“UMP tidak boleh lagi ada pengecualian, untuk orang-oarang yang nggak pernah bisa bayar UMP. Harus dikelola secara ketat,” kata dia.
Riandy mengatakan ART RI-AS juga terdapat elemen yang baik untuk perlindungan terhadap lingkungan. ART juga menjanjikan menjalankan perdagangan yang mendukung sumber daya yang lebih efisien.
“Dan membolehkan untuk me-recycle critical raw materials,” kata dia.
