Tak Bebani APBN, DPR Setujui Hibah Kapal Patroli Jepang Senilai 1,9 Miliar Yen
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) resmi menyetujui penerimaan hibah kapal patroli dari Pemerintah Jepang senilai 1,9 miliar yen (sekitar Rp 209 miliar). Persetujuan tersebut diputuskan dalam rapat paripurna DPR di Gedung Nusantara II Senayan, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Ketua DPR RI Puan Maharani menanyakan langsung persetujuan kepada anggota dewan sebelum pengesahan. “Selanjutnya kami menanyakan kepada sidang dewan yang terhormat, apakah laporan Komisi I DPR RI atas persetujuan penerimaan hibah Patrol Boat 18 M Class dari Pemerintah Jepang dapat disetujui?” ujarnya, yang dijawab serentak, “Setuju.”
Sekadar informasi, hibah tersebut diberikan melalui skema Official Security Assistance (OSA) Jepang Tahun Anggaran 2025. Kapal patroli yang diterima merupakan tipe Patrol Boat 18 meter class untuk memperkuat armada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan sebelumnya menjelaskan Indonesia juga menerima hibah serupa pada 2024. “Tahun lalu kita mendapatkan dua kapal senilai 1 miliar Japan Yen. Tahun ini kita juga mendapatkan 1,9 miliar Japan Yen,” katanya beberapa waktu lalu.
Ia menyebut nilai hibah kali ini diperkirakan setara dengan 3-4 unit kapal patroli. Tambahan armada tersebut dinilai signifikan untuk memperkuat pengamanan wilayah laut Indonesia yang luas.
Baca Juga
Bukan Alpalhankan dari Korsel, DPR Pilih Hibah Kapal Patroli Jepang
Dari sisi fiskal, pemerintah juga tidak perlu mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kita tinggal menerima, memang peralatan yang ada secukupnya untuk non-kombatan,” ujar Donny.
Secara operasional, kapal patroli 18 meter class dinilai cocok untuk karakteristik perairan nasional. Kapal ini akan difungsikan untuk patroli keamanan laut dan tugas-tugas non-tempur.
Selain memperkuat postur pertahanan, hibah ini juga berdampak positif terhadap hubungan bilateral Indonesia-Jepang. Kerja sama pertahanan dinilai semakin erat seiring berjalannya program OSA.

