Kapal Hibah Jepang untuk Indonesia Ditargetkan Rampung 2028
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Proyek hibah kapal patroli dari Jepang untuk Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) ditargetkan rampung pada 2028. Kapal tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan di Jepang melalui skema kerja sama resmi.
Coast Guard Superintendent 1st-Grade Takahashi Toru memastikan hibah tersebut tengah diproses. “Saat ini ada satu kapal patroli yang sedang dipersiapkan di Jepang yang nantinya akan diberikan sebagai gift atau hadiah dari Jepang kepada Indonesia. Mungkin 2028, masih dalam proses pembangunan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Hibah kapal ini difasilitasi melalui proyek Japan International Cooperation Agency (JICA). Nilai kapal tersebut mencapai 9,053 miliar yen dengan spesifikasi panjang 85,6 meter dan kecepatan maksimal 22 knot.
Kapal patroli ini dirancang mampu mengangkut sekitar 70 kru. Pembangunan dilakukan sepenuhnya di galangan Jepang sebelum diserahkan kepada Indonesia.
Baca Juga
Tiru Jepang, Bakamla Dorong Pengawasan Laut Lebih Modern dan Efisien
Progres hibah kapal menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan tahunan working level meeting (WLM) antara Japan Coast Guard (JCG) dan Bakamla di Jakarta tahun lalu. Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan JICA sebagai bagian dari penguatan kerja sama teknis.
Selain WLM, pembahasan juga dilakukan dalam kunjungan kehormatan delegasi JCG ke Markas Besar Bakamla RI. Kedua pihak menegaskan komitmen memperkuat kerja sama keamanan maritim Indonesia-Jepang.
Lebih lanjut, kapal hibah ini diharapkan memperkuat kapasitas patroli dan pengamanan laut nasional. Tak hanya itu, kerja sama kedua negara juga mencakup program pendidikan master bagi personel Bakamla di Jepang.
Dengan tambahan kapal patroli baru pada 2028, Bakamla diproyeksikan memiliki daya jangkau operasi yang lebih luas. Langkah ini sekaligus mempererat kemitraan strategis Indonesia-Jepang di sektor keamanan laut.

