Top, BNN Konversi Lahan Tanaman Narkotika Jadi Penghasil Ekspor Kopi Senilai Rp29,6 M
JAKARTA, Investortrust.id - Dalam menangani permasalahan narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI melakukan strategi Soft Power approach yang salah satunya lewat program advokasi melalui rapatkoordinasi, membangun jejaring, asistensi, intervensi, supervisi, monitoring dan evaluasi,serta bimbingan teknis di seluruh wilayah Indonesia.Menariknya, dari strategi Soft Power approach ini, BNN juga mencoba mengembangkan program alternative development yang mampu mengkonversi lahan tanaman narkotika ilegal, menjadi lahan pertanian dan perkebunan bernilai ekonomi tinggi.
Konversi lahan eks tanaman jenis bahan adiktif tersebut dilakukan di dua wilayah di Provinsi Aceh, yakni di Kabupaten Bireuen dan Gayo Lues. Pada tahun ini saja, kata Kepala BNN RI Irjen Pol Marthinus Hukom, S.I.K., program alternative development dilaksanakan di Kabupaten Bireuen yang telah mengkonversi lahan seluas 96 hektare menjadi ladang jagung, yang kini dikelola oleh 70 orang petani.
Sementara diKabupaten Gayo Lues, (lahan eks tanaman narkotika, red) telah menghasilkan 315 Ton kopi yang diekspor dengan total nilai Rp29,631 miliar.
Baca Juga
BNN Ungkap 21 Kasus TPPU di 2023, Sita Barang Bukti Rp 162 Miliar
“Hasilnya, lahan seluas 96 hektare diKabupaten Bireuen berhasil dikelola menjadi ladang jagung oleh 70 petani, sementara diKabupaten Gayo Lues telah menghasilkan 315 Ton kopi yang diekspor dengan total nilai Rp29.631.000.000,” kata Marthinus saat Press Release Kinerja BNN RI Di Kantor BNN RI, Jakarta, Kamis (28/12/2023).
Sementara itu, demi membentuk masyarakat yang mandiri dan bersih dari narkoba, BNN RImelakukan pemberdayaan masyarakat melalui bimbingan teknis life skill pada kawasanrawan narkoba. Dipaparkan Marthinus, sebanyak 1.447 orang dari 72 desa atau kelurahan rawan narkoba telahmengikuti pelatihan kewirausahaan seperti handycraft, kuliner, budidaya tanaman pertanian,salon, menjahit, dan lain sebagainya.
Lewat strategi soft Power approach pula, BNN RI telah menggelar 3.718kegiatan dengan melibatkan 108.921 orang.
“Upaya pencegahan juga dilakukan BNN RIdengan menyajikan informasi sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat melalui mediaelektronik maupun non elektronik yang dilaksanakan baik di tingkat pusat maupun provinsi,” kata Marthinus.
Baca Juga
Di samping upaya pencegahan, BNN RI juga meningkatkan ketanggapsiagaanmasyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika denganmencetak 20.500 penggiat P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika) sebagai perpanjangan tangan BNN RI.
Sebagai upayadeteksi dini penyalahgunaan narkotika, BNN RI melaksanakan 3.095 kegiatan tes urine yangdilakukan di lingkungan masyarakat, pendidikan, pemerintah, dan swasta. Dari total 202.813orang yang mengikuti tes urine, 1.268 orang diantaranya terindikasi positif.

