Atasi Narkotika, Kepala BNN Menemui Mendagri Albania
TIRANA, ALBANIA, Investortrust — Untuk mengatasi peredaran narkotika, Kepala Badan Narkotika Nasionak (BNN) Komjen Pol Petrus Reinhard Golose mengunjungi sejumlah negara, di antaranya menemui Menteri Dalam Negeri Albania YM Taulant Balla di Tirana, Albania, Rabu (23/08/2023). Didampingi Duta Besar LBBP RI untuk Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia Utara YM Iwan Bogananta, Petrus mengatakan, pertemuan tersebut merupakan langkah untuk sebuah kerja sama lebih erat, saling menguntungkan, di masa akan datang.
Kerja sama dengan berbagai negara, kata Petrus, merupakan salah satu strategi BNN dalam menanggulangi peredaran narkotika sebagai kejahatan transnasional. Kedua negara memiliki pandangan yang sama terhadap semua jenis narkotika. Indonesia dan Albania memandang perlu adanya kerja sama antar kedua negara dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkotika.
"Kerja sama sangat perlu dilakukan mengingat semakin kompleksnya kejahatan narkotika terutama dengan keterlibatan kelompok International Organized Crime," ungkap Petrus dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (24/08/2023).
Dalam pertemuan tersebut, Dubes RI mengatakan, hubungan bilateral Indonesia-Albania sangat erat dalam segala hal, baik dalam lingkup ekonomi, politik, dan sosial. “Dalam lingkup ekonomi, perdagangan bilateral Indonesia-Albania sejak saya menjabat terdapat kenaikan cukup signifikan, yakni 120% dengan nilai perdagangan US$ 29 juta,” kata Iwan.
Pada 2022 juga terjadi beberapa kesepakatan bisnis dan investasi Indonesia di Albania. Nilai investasi sebesar US$ 35 juta untuk pengembangan energi terbarukan (solar panel) dan peralatan rumah tangga untuk masyarakat Albania, ujar Dubes Iwan.
Menteri Dalam Negeri Republik Albania menyambut baik peluang kerja sama yang dapat dijajaki dengan Indonesia dalam mengatasi permasalahan narkotika. Dia berharap ke depan kerja sama ini dapat ditindaklanjuti secara konkret.
Dalam Kunjungan kerja ke Tirana, Kepala BNN RI didampingi anggota Kelompok Ahli BNN RI bidang kerja sama internasional, Ambassador Harry James Kandouw.

