Imbas Data Pelamar Bocor, Kemenkomdigi Lakukan Evaluasi Internal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) merespons sorotan publik terkait sistem rekrutmen pelamar kerja di lingkungan kementerian yang diduga membuka akses data pribadi pelamar. Sekretaris Jenderal Kemenkomdigi Ismail menyatakan pihaknya tengah melakukan evaluasi internal atas permasalahan tersebut.
Ismail menegaskan, Kemenkomdigi memandang serius dugaan kebocoran data pelamar. Penanganan kasus ini pun telah melibatkan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenkomdigi untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.
“Irjen (Inspektur Jenderal) sudah turun untuk review jika terjadi kesalahan prosedur,” ujar Ismail dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja Ruang Digital Komisi I DPR RI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Rabu (4/2/2026).
Dalam rapat tersebut, Ismail juga menyinggung perlunya perbaikan mendasar dalam proses teknis rekrutmen, khususnya terkait kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menjalankan prosedur tersebut.
"Sifatnya masukan ya, kami paham betul bahwa kualitas SDM di Komdigi perlu dilakukan peningkatan, perbaikan pada proses terkait dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah ini. Saat ini sedang ditangani secara internal," jelas Ismail.
Kasus ini mencuat ke publik setelah lowongan kerja Kemenkomdigi menjadi viral di media sosial dan menuai kritik dari warganet. Sorotan muncul lantaran diduga terdapat celah yang memungkinkan data pribadi pelamar dapat diakses secara terbuka.
Baca Juga
Sebagai catatan, Kemenkomdigi sebelumnya membuka lowongan Pengadaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di lingkungan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital untuk tahun anggaran 2026. Dalam proses pendaftaran, pelamar diminta mengirimkan berkas lamaran melalui tautan Google Drive.
Permasalahan muncul karena direktori Google Drive tersebut dapat diakses publik tanpa pembatasan. Kondisi ini berpotensi membuka data dan dokumen pribadi pelamar kepada pihak lain.
Temuan tersebut pertama kali diungkap oleh konten kreator Abil Sudarman melalui video reels di akun Instagram @abilsudarman pada 27 Januari 2026. Dalam unggahannya, Abil menyoroti mekanisme pendaftaran yang dinilainya tidak memperhatikan aspek perlindungan data pribadi.
Ia menjelaskan, pelamar diminta mengunggah berbagai dokumen penting, mulai dari curriculum vitae (CV), fotokopi KTP, pas foto, surat lamaran kerja, surat keterangan sehat, fotokopi ijazah, hingga transkrip nilai ke dalam direktori Google Drive tersebut.

