Polling Institute: 53,8% Masyarakat Ingin Pilpres 2024 Berlangsung 1 Putaran
JAKARTA, investortrust.id - Survei yang dilakukan Polling Institute menunjukkan mayoritas masyarakat menginginkan Pilpres 2024 berlangsung satu putaran. Dari survei yang dilakukan pada 15 Januari hingga 16 Januari 2024 terungkap sebanyak 53,8% responden menginginkan Pilpres 2024 berlangsung satu putaran.
Mereka beralasan pilpres satu putaran bisa menghemat anggaran negara, mengurangi ketegangan antara komponen politik serta memberikan kepastian kepada dunia usaha dan pemerintah untuk segera melanjutkan program-program yang ada.
"Sebanyak 53,8% menginginkan pesta demokrasi berlangsung satu putaran untuk menghemat anggaran negara," kata peneliti utama Polling Institute, Kennedy Muslim dalam rilis survei secara daring, Jumat (26/1/2024).
Baca Juga
Sementara itu, 39,4% responden menyatakan pilpres satu putaran atau dua putaran sama-sama baik, sepanjang berlaku secara demokratis sesuai pilihan rakyat. Kemudian, terdapat 6,9% responden yang tidak tahu atau tidak menjawab.
Berdasarkan survei tersebut, Pilpres 2024 berlangsung satu putaran disuarakan pemilih dari tiga pasangan capres-cawapres. Bahkan, katanya, dari 23% pemilih capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), sebanyak 57,6% di antarqnya menginginkan Pilpres 2024 berlangsung satu putaran.
Hal serupa, kata Kennedy, terjadi pada pemilih capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Dikatakan, dari 20,9% responden, sebanyak 48,6% di antaranya menginginkan pilpres berlangsung satu putaran.
"Untuk pendukung Prabowo-Gibran, dari basis 48,7%, sebanyak 56,9 persen Ingin Pilpres 2024 berlangsung satu putaran," katanya.
Baca Juga
Kemungkinan Pilpres 2024 berlangsung satu putaran makin menguat berdasarkan survei yang dilakukan Polling Institute. Hasil survei menunjukkan elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 48,7% atau naik 2,6% dari survei Desember 2023.
Baca Juga
PWS: Mayoritas Publik Ingin Pilpres 2024 Satu Putaran, Ini Alasannya
Survei ini dilakukan Polling Institute terhadap 1.219 responden yang dipilih melalui metode random digit dialling (RDD). Margin of error survei +- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95% dengan asumsi simple random sampling.

