Kelompok Pemilih Ini Jadi Kunci Pilpres 2024 Berlangsung 1 atau 2 Putaran
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkap kelompok pemilih yang belum menentukan pilihan menjadi kunci kemenangan di Pilpres 2024. Pemilih yang belum menentukan pilihan atau undecided voter yang berjumlah sekitar 8% hingga 10% menjadi penentu apakah Pilpres 2024 akan berlangsung satu atau dua putaran.
"Satu atau dua putaran itu kemudian tergantung kepada yang masih disebut tidak tahu atau tidak jawab itu. Kalau dirata-ratakan sekitar 10%a-n ya atau katakanlah 8% sampai 10%-an. Nanti di situ kuncinya," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan dalam Diskusi Konvergensi dengan tema "Pilpres 2024 Satu Putaran, Mungkinkah?" di kantor Investortrust.id, The Convergence Indonesia, Jakarta, Senin (29/1/2024).
Baca Juga
Sosok Ini Disebut Lebih Sulit Dihadapi Prabowo di Putaran Kedua Pilpres 2024
Djayadi mulanya membeberkan faktor yang membuat hingga kini tidak ada capres-cawapres yang menembus angka 50%. Pertama, katanya, saat ini terdapat tiga capres-cawapres yang berlaga. Tidak mudah untuk memperoleh elektabilitas 50% jika calon tidak istimewa atau lawannya tidak terlalu buruk. Kedua, tidak ada petahana atau incumbent yang bertarung di Pilpres 2024. Ketiga, Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo merupakan tokoh yang dikenal publik sejak lama sehingga tidak ada faktor kejutan terkait kepribadian mereka. Keempat, basis pemilih Anies, Prabowo, dan Ganjar saling beririsan dan bahkan tumpang tindih satu dengan yang lainnya.
Akibatnya, dalam beberapa bulan suara ketiga capres sudah terkonsolidasi. Hal itu yang membuat pergeseran elektabilitas capres-cawapres saat ini melambat dan tidak signifikan. Untuk itu, capres-cawapres yang dapat meraup suara undecided voters menjadi penentu Pilpres 2024 akan berlangsung satu atau dua putaran.
"Pertanyaannya adalah siapa yang bisa makukan micro targeting terhadap yang 8 sampai 10% ini. Yang bisa mengulik sampai ke detail. Di mana mereka berada? Siapa mereka? Baik lewat sosial media maupun lewat pendekatan-pendekatan konvensional man to man marking kalau mau pakai istilah sepak bola itu yang nanti akan menentukan apakah akan jadi satu putaran atau tidak," katanya.
Baca Juga
Mungkinkah Prabowo-Gibran Menang Pilpres Satu Putaran? ini Hitung-hitungan LSI
Djayadi membeberkan di negara maju, undecided voters adalah pemilih terdidik kelas menengah yang berada di perkotaan. Namun, di Indonesia, sebagian undecided votersi berada di perdesaan dengan tindak pendidikan yang tidak tinggi.
"Siapa yang paling mampu menjangkau low information voters itu yang kaum misalnya di daerah-daerah pinggiran di kota misalnya kalau di kota ya atau di daerah-daerah perdesaan dan seterusnya yang daerah-daerah yang jauh, nah itu yang akan menentukan apa akan terjadi satu putaran atau dua putaran," katanya.

