Pengusaha Diminta Tak Takut jika Pilpres 2024 Berlangsung 2 Putaran
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah kalangan, termasuk pelaku usaha berharap Pilpres 2024 dapat berlangsung satu putaran. Salah satunya untuk menciptakan kepastian dalam menjalankan bisnis mereka.
Namun, survei sejumlah lembaga menunjukkan belum ada capres-cawapres yang meraih elektabilitas 50%+1 yang menjadi syarat kemenangan di Pilpres 2024. Dari sejumlah lembaga survei, baru survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menunjukkan elektabilitas capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meraih 50,7%. Survei itu dirilis LSI Denny JA hari ini, Selasa (30/1/2024).
Baca Juga
Survei LSI Denny JA: Prabowo-Gibran Tembus 50,7%, Pilpres 2024 Satu Putaran Makin Dekat
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Djayadi Hanan mengatakan, Pilpres 2024 berlangsung satu atau dua putaran bukan persoalan besar. Hal ini mengingat, bangsa Indonesia sudah sepakat menjalankan sistem demokrasi.
"Demokrasi itu salah satu ciri utama adalah sirkulasi elite secara berkesinambungan, secara berkala. Konstitusi kita sudah menyatakan untu sirkulasi elite di tingkat pimpinan nasional itu pakai pemilu. Pemilu presiden bisa dilakukan satu putaran tetapi kalau tidak memenuhi ketentuan undang-undang boleh dilakukan dua putaran," kata Djayadi dalam Diskusi Konvergensi bertajuk "Pilpres Satu Putaran, Mungkinkah" di kantor Investortrust.id, The Convergence Indonesia, Jakarta, Senin (29/1/2024).
Dalam perspektif ekonomi, Djayadi menekankan pemilu merupakan sebuah investasi, bukan pengganggu stabilitas politik. Djayadi pun mencontohkan negara-negara otoriter yang tidak menjalankan proses demokrasi. Di negara-negara itu, stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan memang terjamin. Namun, hal itu hanya berlangsung sesaat karena ketika terjadi guncangan, seluruh yang dibangun akan hancur seketika.
"Lihat Orde Baru sedemikian lama membangun ekonomi sampai Indonesia dikenal sebagai The Miracle of Asia dengan pertumbuhan sampai 7% sampai dengan 8% ya hancur sehancur-hancurnya pada tahun 1998. Apa penyebabnya? Tidak ada sirkulasi elite yang berkala dan benar," katanya.
Baca Juga
LSI Yakin Partisipasi Pemilih Muda di Pilpres 2024 Tetap Tinggi
Djayadi menekankan, Pilpres 2024 berlangsung satu atau dua putaran merupakan bagian konstitusi. Djayadi mengakui, pelaksanaan pemilu membutuhkan ongkos. Namun, hal itu sebanding dengan stabilitas politik yang terjaga karena adanya sirkulasi kepemimpinan nasional sepanjang dilakukan dengan demokratis dan tanpa kecurangan.
"Satu putaran atau dua putaran kalau saya ditanya mana yang lebih baik dua-duanya baik asal dilakukan secara natural tidak ada rekayasa, tidak ada kecurangan, tidak ada pemaksaan. Mari kita jadi enjoy saja lihat demokrasinya. Para pengusaha enggak usah takut, enggak usah takut. Tunggu 3-4 bulan enggak apa-apa ya kan asal demokratis," katanya.

